Pedagang Dilarang Berjualan di Makam, Apalagi Dipungli?

 2,890 total views

Area TPU Cinehel Kota Tasikmalaya ini selalu rutin dijadikan tempat berjualan para PKL khususnya si setiap peringatan Idul Fitri seperti yang telah diperingati baru-baru ini.
Area TPU Cinehel Kota Tasikmalaya ini selalu rutin dijadikan tempat berjualan para PKL khususnya di setiap peringatan Idul Fitri seperti yang telah diperingati belum lama ini.

Kota, Wartatasik.com – Tak hanya trotoar, badan jalan ataupun fasilitas umum lainnya. Tempat Pemakaman Umum (TPU) pun menjadi sasaran para pedagang kaki lima (PKL) untuk mencari rezeki dan meraup keuntungan dalam setiap momentum hari besar maupun momen-momen lainnya.

Sebut saja, kondisi yang terjadi di TPU Cinehel Kota Tasikmalaya yang setiap tahunnya tak ketinggalan selalu berubah menjadi pasar kaget, pasar kojengkang ataupun istilah yang lainnya. Khususnya dalam setiap peringatan Idul Fitri. lahan pemakaman tersebut selalu diserbu para pedagang yang berjualan berbagai jenis barang dan makanan.

Lebih parahnya lagi, diantara sekian banyak pedagang itu sebagiannya mangkal di area pemakaman dan mengalihfungsikan makam untuk tempat berjualan serta duduk setiap para pembeli saat menyantap makanan yang dibelinya. Tak sedikit pihak keluarga yang mengeluh akibat kejadian tersebut karena menghambat mereka ketika akan melakukan ziarah ke makam keluarganya yang digunakan fasilitas untuk berjualan.

Kepada Crew Media Online Wartatasik.com, salah seorang warga Kec. Kawalu Budi mengaku kesal saat mengetahui dan melihat makam keluarganya ditempati pedagang sehingga tujuannya berziaran harus tertunda sampai pedagang membereskan barang dagangannya.

Disamping itu, Ia mengatakan di dalam benaknya tersirat beberapa pertanyaan kenapa hal itu bisa terjadi dan mengapa pihak terkait membiarkannya tanpa ada tindakan tegas untuk menetibkan situasi yang terjadi. Malah, kata Ia, menurut beberapa sumber pernah bilang padanya para pedagang yang rutin berjualan di area makam tersebut selalu dipungut dana oleh oknum petugas TPU setempat sehingga disinyalir menjadi salah satu alasan pembiaran.

Ketika dikonfirmasi di kantornya, Rabu (29/07) tadi siang, Kabid. Pertamanan dan Makam Dinas Ciptakarya, Tata Ruang dan Kebersihan Kota Tasikmalaya Dra. Heni mengaku belum pernah menerima laporan tentang hal yang terjadi sekarang ini. Ia mengungkapkan, pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan mengonfirmasi para petugas yang ada di TPU Cinehel.

“Jika benar kondisinya seperti itu tentu sudah menyalahi aturan dan petugas yang bersangkutan harus mendapat sanksi. Namun, kami akan menanyakannya dulu mudah-mudahan itu hanya kabar angin semata. Pastinya, selama ini kami selalu mengimbau kepada para pedagang agar tidak berjualan di area makam bahkan sampai mengadakan pertemuan dengan mereka (PKL). Untuk kedepan, kami akan berupaya terus mengimbau melalui spanduk dan yang lainnya agar kejadian tersebut tidak sampai terulang lagi,” pungkasnya. Indra/Asron

Related posts

Leave a Comment