Pekerjaan di Dinas Ciptakarya Jadi Ajang Korupsi Berjamaah?

 2,294 total views

Kantor Dinas Ciptakarya Kota Tasikmalaya. Dok
Kantor Dinas Ciptakarya Kota Tasikmalaya. Dok

Kota, Wartatasik.com – Seperti telah dilansir salah satu media cetak lokal pada edisi Senin (15/06) hari ini, bahwa ada seorang oknum pejabat di Dinas Ciptakarya yang diduga ikut bermain atau Ulubiung kepada rekanan (Kontraktor) terkait pembelian plang nama atau papan informasi proyek. Hal itu terkuak setelah salah seorang rekanan dikonfirmasi dan mengatakan bahwa pihaknya harus membeli plang nama kepada oknum pejabat di dinas tersebut.

“Kami membeli dengan harga Rp 250 ribu per plang nama dan rasanya semua rekanan juga diharuskan membelinya. Apalagi pengondisian plang nama itu merupakan salah satu bentuk kewajiban yang harus disiapkan oleh para rekanan sebelum memulai pekerjaan,” akunya. Yang menjadi pertanyaan, katanya, kenapa pembelian papan informasi proyek tersebut diharuskan membeli kepada oknum pejabat tersebut meskipun sudah jelas pengadaannya tercantum dalam rencana anggaran biaya (RAB) dan menjadi kewajiban dari pihak rekanan.

Saat diminta tanggapan, Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Tasikmalaya Dani Safari mengaku sangat menyayangkan apabila ada oknum pejabat yang berani melakukan intimidasi terhadap rekanan dengan cara mewajibkan membeli papan proyek kepadanya. “Kalau benar demikian, berarti oknum pejabat tersebut sudah melakukan intimidasi sehingga tidak salah lagi bahwa pekerjaan yang ada di Dinas Ciptakarya merupakan ajang korupsi berjamaah atau lebih tepatnya jadi ajang memperkaya diri sendiri,” paparnya.

Dijelaskan Ia, dalam kasus ini terdapat beberapa kemungkinan yang dilakukan oknum pejabat tersebut diantaranya penyalahgunaan jabatan atau kewenangan yang dimiliki untuk bertindak memihak atau pilih kasih kepada kelompok dan perorangan.

Sementara itu, seperti pernah diberitakan Media Online Wartatasik.com pada edisi Kamis Pekan kemarin bahwa Kepala Bidang Pertamanan dan Makam Dinas Ciptakarya Kota Tasikmalaya Dra. Heni membantah pihaknya tengah mengkoordinir garapan pembuatan papan informasi semua paket pengerjaan proyek yang ada di lingkup dinasnya. Ia menegaskan, proses pembuatan papan informasi tersebut dikerjakan oleh masing-masing rekanan atau pihak ketiga sesuai dengan garapan pengerjaannya.

“Kabar itu jelas tidak benar. Bidang kami tidak merasa melakukannya. Kapasitas kami hanya bekerja sesuai tupoksi yang ada. Pembuatan papan proyek itu sudah merupakan tanggung jawab semua pihak ketiga. Apalagi disebut-sebut atas intruksi langsung dari kadis. Itu salah besar,” tegasnya.

Heni mengungkapkan, jika ada pihak yang sudah menuduhnya melakukan hal tersebut harus mempertanggung jawabkannya dengan bukti yang jelas. Bantahannya terlontar sebagai tepisan isu yang berkembang saat ini dari beberapa sumber yang mengatakan bahwa Bidang Pertamanan telah berperan diluar fungsinya dan disebut-sebut tengah mengkoordinir garapan atau pengerjaan pembuatan papan informasi semua paket proyek di bawah Dinas Ciptakarya.

“Intinya, kami tidak tahu soal itu apalagi dikatakan telah membagi-bagi jatah pengerjaan papan informasi tersebut kepada beberapa orang rekanan. Sekali lagi kami tegaskan sama sekali tidak mengetahui soal itu dan itu hanya kabar angin yang tak jelas,” tandasnya. Indra/Asron/KF

Related posts

Leave a Comment