Pemkot Tasik Didesak Bongkar Perum Bumi Parahyangan

 4,000 total views

Ketua Harian LSM Sipatutat Irwan Supriadi (kiri) bersama salah seorang rekannya sedang memasangkan spanduk desakan pembongkaran Perum Bumi Parahyangan di pagar Gedung KORPRI yang ditempati Dinas Ciptakarya, Tata Ruang dan Kebersihan Kota Tasikmalaya
Ketua Harian LSM Sipatutat Irwan Supriadi (kiri) bersama salah seorang rekannya sedang memasangkan spanduk desakan pembongkaran Perum Bumi Parahyangan di pagar Gedung KORPRI yang ditempati Dinas Ciptakarya, Tata Ruang dan Kebersihan Kota Tasikmalaya

Kota, Wartatasik.com – Beberapa orang perwakilan dari LSM Solidaritas Pemuda Tunas Tasikmalaya (Sipatutat) dan Gremasi melakukan aksi pemasangan spaduk di tiga titik intansi Pemerintah Kota Tasikmalaya yakni di Dinas Ciptakarya, Satpol PP dan Bale Kota, Kamis (13/08) pagi tadi.

Pemasangan spanduk tersebut sebagai bentuk protes dan mendesak agar pemerintah segera melakukan pembongkaran keberadaan bangunan Komplek Perumahan Bumi Parahyangan yang selama ini perizinannya dinilai cacat hukum.

Ketua Harian LSM Sipatutat Irwan Supriadi mengungkapkan kegiatan pembangunan perum tersebut telah menyalahi aturan atau keluar dari ketentuan yang berlaku salah satunya terkait penyerobotan lahan sepadan sungai yang dibangun oleh pihak pengembang dan penerbitan izin tanpa disertai rekomendasi teknis dari pihak Dinas Bina Marga.

“Dalam kasus ini diduga ada keterlibatan beberapa oknum PNS dari intansi terkait dan mafia perizinan sehingga pemkot atau pihak pengawas dan pengendalian tidak berperan aktif serta tidak bisa melakukan langkah tegas terhadap pelanggaran yang dibuat pengusaha perum tersebut,” tegasnya.

Ia mengatakan, pihaknya memberikan waktu selama seminggu atau tujuh hari bagi pemerintah untuk menindak tegas dan memberikan sanksi kepada perusahaan atau pengembang perumahaan yang lokasinya berdekatan dengan Lanud Wiriadinata Tasikmalaya itu.

“Pada dasarnya, aksi ini ditujukan bagi semua pengembang atau pengusaha yang nakal di kota ini. Jika dalam waktu yang sudah ditentukan masih tidak ada respon positif dari pemkot maka kami akan menggelat aksi stasioner di bale kota atau di Dinas Ciptakarya,” tandasnya. Indra

Related posts

Leave a Comment