Pemohon Sertifikat PIRT Wajib Ikuti Pelatihan

 1,514 total views

Dadi Supriadi
Dadi Supriadi

Kabupaten, Wartatasik.com – Kabid. Promhysa Dinkes Kab. Tasikmalaya Dadi Supriadi mengungkapkan setiap produsen makanan dan minuman berskala industri rumah tangga wajib mengikuti pelatihan yang diadakan oleh dinasnya sebelum menerima Sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Hal tersebut, katanya, didasari beberapa poin diantaranya menyangkut banyaknya produk pangan yang masih belum memenuhi persyaratan mutu dan keamanan, menyangkut bahan tambahan yang melebihi batas, pencemaran kimia dan patogen yang membahayakan.

“Selain itu, banyaknya pelabelan yang tidak memenuhi syarat dan masih rendahnya tingkat pengetahuan produsen terhadap keterampilan dan tanggung jawab tentang mutu dan keamanan,” papar Ia kepada Crew Media Online Wartatasik.com, Senin (05/10).

Dijelaskannya, segala hal yang menyangkut poin tersebut diatur dalam UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 111 Ayat 1 yang berisi makanan dan minuman yang dipergunakan untuk masyarakat harus didasarkan pada standar atau persyaratan kesehatan. “Dalam hal ini produsen harus mempunyai kemampuan pengetahuan mengenai kesehatan dan mutu yang diproduksinya,” tuturnya.

Tahapan pemberian sertifikat PIRT, terang Dadi, yakni pengisian formulir isian yang telah disediakan, lalu setelah pelatihan akan dilakukan cek lapangan untuk menyesuaikan data yang diberikan pemohon. Hal itu, sambung Ia, untuk pemeriksaan lokasi produsen dengan tujuan untuk mengetahui persyaratan sesuai level yang ada.

“Jika sarana produksinya sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, Dinas Kesehatan akan menerbitkan Sertifikat Penyuluhan Keamanan sesuai Peraturan Kepala Badan POM RI Nomor HK.00.06.1.52.6635 tgl 27 Agustus 2007. Apabila produsen tidak memiliki sertifikat dari dinas maka dengan tegas dilarang untuk memproduksi,” ujarnya. EQI

Related posts

Leave a Comment