Penataan PKL Hazet dan Cihideung Menunggu Perda

 2,846 total views

PKL di Jl. Cihideung Kota Tasikmalaya / dok

Kota, Wartatasik.com – Keberadaan pedagang kaki lima di kawasan Jl. KH. Zaenal Mustofa (Hazet) dan Jl. Cihideung Kota Tasikmalaya, menjadi perhatian khusus pihak pemerintahan kota. Untuk itu, demi menjaga keberadaan para PKL dengan tata letak yang baik, Pemkot bekerjasama dengan para konsultan membuat konsep Grand Design dan Penataan PKL.

“Kami bersama para konsultan membuat konsep Grand Design dan Penataan PKL Hazet juga Cihideung, agar keberadaannya tetap terjaga dan teratur. Nanti ada jalur kuning dan jalur hijau yang membolehkan PKL jualan disana tapi tidak sampai 24 jam. Ada juga jalur merah yang tentunya tidak boleh ada PKL disana,” kata Walikota H. Budi Budiman, Rabu (20/09/2017).

[sc name=”iklanadsense2″]

Sementara, Konsultan Penataan Pemberdayaan PKL, Nanang Nurjamil menyebutkan tiga opsi, yaitu yang pertama penutupan Kawasan Hazet dan Cihideung untuk kemudian dijadikan Kawasan¬†Freeway. Kedua, para PKL direlokasi ke gedung Eks. Pemkab, dan opsi ketiga, PKL boleh tetap berjualan di kawasan Hazet dan Cihideung dengan catatan jam lima sore sudah bubar dan gerobak juga tenda tempat berjualan dibawa pulang. “Dan malam harinya untuk kuliner,” ujar Nanang.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi II DPRD Kota Tasik Ichwan Safa menyatakan setuju dengan konsep tersebut. “Konsep yang bagus, dan itu harus dilaksanakan, tapi dengan catatan jangan sampai meniadakan keberadaan PKL itu sendiri. Karena kita semua tahu PKL juga merupakan tulang punggung Kota Tasikmalaya.” tegasnya.

Mengenai keputusan ditetapkannya konsep tersebut, lanjut Ichwan, tinggal menunggu pengajuan dari Pemkot. “Tinggal menunggu selesainya pembahasan itu, terus pengajuan dari pemkot apa mau berbentuk Perwalkot atau Perda?. Tapi syukur-syukur Perda, dan juga mudah-mudahan tahun ini selesai,” tutupnya. Sopyan

Related posts