Pengawasan Dinas Pariwisata Memble, Kota Tasik Kehilangan Cagar Budaya?

 1,783 total views

Salah satu cagar budaya di Kota Tasikmalaya berupa rumah tinggal yang dirombak oleh pemiliknya di Wilayah Kec. Tawang | Foto : Indra
Salah satu cagar budaya di Kota Tasikmalaya berupa rumah tinggal yang dirombak oleh pemiliknya di Wilayah Kec. Tawang | Foto : Indra

Kota, Wartatasik.com – Salah satu cagar budaya di Kota Tasikmalaya harus hilang dari daftar. Pasalnya, saat ini cagar budaya berupa rumah tinggal di Wilayah Kelurahan Tawangsari tersebut dirombak oleh pemiliknya. Saat dikonfirmasi, Kamis (15/9) tadi siang, Kabid. Budaya Kadisbudparpora Uum mengaku bahwa pihaknya selama ini tidak pernah menerima pemberitahuan pembangunan atau perombakan dari sang pemilik rumah.

Ia menegaskan, kegiatan perombakan tersebut sudah menyalahi aturan atau ketentuan yang berkaitan dengan cagar budaya apalagi dilakukan tanpa memberikan pemberitahuan terlebih dahulu kepada intansi terkait. Ditanya soal sanksi, Uum berkilah tidak mengetahuinya secara pasti dengan alasan tak ada dalam ketentuan.

Selama ini, jelas Ia, data cagar budaya yang tercatat dalam daftarnya ada 19 dan rumah yang dirombak tersebut ditentukan oleh pihak provinsi. “Kalau mau diperbaiki boleh-boleh saja asal jangan merubah struktur atau bentuk bangunan. Jika merubahnya sudah dipastikan harus hilang dari daftar dan tidak tercatat lagi sebagai cagar budaya,” terangnya.

Ia juga menuturkan, bahwa pihaknya sekarang ini baru akan menyampaikan tembusan  atau pemberitahuan kepada pihak provinsi terkait perombakan tersebut. Berkaitan dengan hal itu, banyak pihak menilai selama ini upaya pengawasan dari Disbudparpora sangat lemah.

Karena, jika intansi terkait betul-betul menjalankan tupoksinya tentu tidak akan kecolongan apalagi jarak lokasi yang dimaksud dengan kantor dinas cukup dekat. “Selain  itu, dinas juga harus memperhatikan kontribusi kepada setiap pemilik tempat yang dijadikan cagar budaya seperti rumah tinggal, rumah makan maupun yang lainnya. Saya harap kejadian ini jangan sampai terulang lagi bagi bangunan cagar budaya yang lainnya,” ungkap seorang warga asal Kec. Tawang.

Laporan: Asron/Indra

Related posts