Pengembang Wajib Punya Rekomendasi Analisis Kajian Risiko Bencana

 1,968 total views

Sumarna Chandra | Foto : EQi
Sumarna Chandra | Foto : EQi

Kabupaten, Wartatasik.com – Kasie. Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya Sumarna Chandra menegaskan setiap pengembang harus mengajukan dan memiliki Surat Rekomendasi Analisis Kajian Resiko Bencana.

Hal tersebut, katanya, sesuai dengan Undang-undang No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana yang dituangkan dalam Pasal 40 ayat (3) dengan bunyi “Setiap pembangunan yang mempunyai resiko tinggi yang menimbulkan bencana dilengkapi dengan Analisis Risiko Bencana sebagai bagian dari usaha penanggulangan bencana sesuai dengan kewenangannya”.

Selain itu, sambung Ia, ditambah dengan Peraturan Kepala BNPB No. 2 Tahun 2012 tentang Pengkajian Risiko Bencana. “Itu artinya, bahwa setiap pengembang diwajibkan memiliki Surat Rekomendasi Analisis Kajian Bencana dari instansi terkait yang berada di daerahnya masing masing,” ujar Sumarna, Selasa (01/03)..

Sebelum instansi mengeluarkan rekomendasi tersebut, Ia menerangkan, para pengembang harus menganalisis terlebih dahulu terhadap kemungkinan yang akan terjadi. “Dan setelah itu, baru diajukan kepada instansi terkait yaitu BPDB. Dengan adanya analisis kajian risiko bencana nantinya pengembang bisa mengetahui seberapa besar ancaman bahaya bencana sehingga risiko yang diakibatkan bisa menentukan kontruksi yang digunakan,” paparnya.

Risiko-risiko bencana tersebut, menurutnya, bukan hanya letusan gunung berapi saja melainkan bencana-bencana lain seperti gerakan tanah dan gempa bumi. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No.15 Tahun 2011. Untuk daerah rawan bencana alam letusan gunung seperti Wilayah Kecamatan Sukaratu, Padakembang, Sariwangi, Leuwisari dan Cisayong diberlakukan Kawasan Rawan Bencana (KRB) 1, 2 dan 3.

“KRB 3 ini dilarang mutlak untuk pengembangan. Dari puluhan bahkan ratusan pengembang yang ada di Kabupaten Tasikmalaya ini hanya beberapa pengembang yang sadar dan faham terhadap Rekomendasi Analisis Kajian Resiko Bencana,” pungkasnya. EQi

Related posts

Leave a Comment