Pengungsi bencana pergeseran tanah di Kab. Tasik / Sopyan

Kabupaten, Wartatasik.com – Hampir sebulan sudah warga korban pergeseran tanah di Kampung Nagrog, Desa Sukarasa, Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya, diam di tempat pengungsian. Sampai berita ini diterbitkan, nasib mereka masih terkatung-katung. Masih menunggu kepastian, baik dari pemerintah maupun dari pihak PVMBG mengenai keamanan dan kelayakan tempat tinggal mereka untuk bisa ditempati atau tidak.

Saat dikonfirmasi, Senin (11/12/2017), Kepala Dusun Babakan Sarongge, Iin Saripudin mengatakan,  selama tinggal di pengungsian belum sekalipun dikunjungi bupati atau kepala daerah untuk melihat kondisi para pengungsi. “Begitupun kejelasan layak atau tidaknya tempat tinggal. Padahal, pihak terkait bilang 10 hari setelah diteliti hasilnya akan diinfokan ke kami. Sekarang sudah lebih tapi masih tak ada kabar. Kami jadi bingung dan stres nunggu keputusan itu. Ditambah sudah tidak ada air untuk MCK lalu stok makananpun sudah hampir habis,” keluhnya.

Selain itu, Iin menyebukan, bahwa pergeseran tanah masih sering terjadi di setiap turun hujan. “Luasan areal ini semua ada 4 hektare lebih. Pergeseran masih terus terjadi, apalagi kalau hujan turun baik dalam volume kecil maupun besar. Pergeserannya sekitar 2-3 cm. Untuk itu kami masih menunggu kepastian dari pihak pemerintah, karena kami di sini juga ketakutan ,” tambah Iin.

Sementara itu, Odah warga yang rumahnya luluh lantah akibat bencana tersebut berharap kepada pemerintah untuk segera merelokasinya. “Tolong segera tangani kami. Kalau memang harus direlokasi, segeralah laksanakan. Jangan gantung kami dengan janji-janji. Kami sudah jenuh tinggal di pengungsian, tapi mau kembali ke rumah sudah hancur. Sedangkan untuk membangun lagi sudah tidak punya apa-apa, tanahpun cuma itu satu-satunya,” ungkap Ia. Dengan demikian, warga berharap pemerintah segera memberinya keputusan. Sopyan

BAGIKAN