Perwakilan Perum BP Angkat Bicara, Kisruh Sempadan Sungai Salah Alamat

 1,022 total views

Dedi
Dedi

Kota, Wartatasik.com – Polemik seputar kisruh pembangunan Perum Bumi Parahyangan yang baru-baru ini dipermasalahkan oleh sejumlah LSM di Kota Tasikmalaya terkait bangunan diatas sempadan sungai akhirnya “terjawab”. Rabu, (19/08) sore tadi, perwakilan dari perum tersebut Dedi menjelaskan bahwa keberadaan dua bangunan rumah toko (Ruko) yang dibangun di atas sempadan sungai dan diduga melanggar aturan bukan merupakan kepemilikan daripada perusahaannya.

Ia menegaskan, kegiatan pembangunan komplek Perumahan Bumi Parahyangan sudah sesuai site plan yang ada begitupun dengan perizinan yang telah diterbitkan oleh pihak yang berwenang selama ini prosesnya sudah berdasarkan prosedur yang berlaku. “Jadi sebetulnya tak ada yang melanggar. Berkas-berkas perizinan yang kami pegang sudah komplit dan mengenai bangunan ruko itu bukan milik dari perusahaan kami tapi milik orang lain hanya saja posisinya berdekatan dan model bangunannya disamakan sehingga banyak yang menganggap bahwa itu milik Perum Bumi Parahyangan,” terangnya kepada media.

Dedi mengatakan, pihaknya tidak ada kaitan dengan proses penerbitan berkas-berkas rekomendasi, izin fatwa dan yang lainnya karena merupakan kewenangan dari intansi-intansi terkait yang mengecek langsung ke lapangan. “Sebetulnya itu bukan urusan kami. Yang kami tahu bahwa perusahaan sudah memiliki IMB dan memproses izin sesuai prosedur serta membangunnya berdasarkan site plan yang ada. Adapun mengenai ruko-ruko yang menempel dengan perum itu bukan urusan kami. Jadi sesuatu yang selama ini dipermasalahkan sebenarnya sudah salah alamat,” tegas Ia. Indra/Asron

Related posts

Leave a Comment