Peternakan Ayam di Kec. Sukaratu Resahkan Warga

 5,091 total views

Peternakan Ayan di Kampung Nyalindung Kec. Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya yang diprotes warga | Foto : EQi
Peternakan Ayan di Kampung Nyalindung Kec. Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya yang diprotes warga | Foto : EQi

Kabupaten, Wartatasik.com – Minggu (17/07), Peternakan Ayam yang berlokasi di Kampung Nyalindung Desa Linggajati Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya diprotes warga karena mengakibatkan polusi udara dan juga bau menyengat serta pencemaran air di wilayah sekitar khususnya yang dilalui air pembuangan kolam peternakan. Menurut keterangan dari warga setempat, di air limbah tersebut sudah tumbuh belatung.

Berdasarkan pantauan di lapangan, bau busuk tersebut dialami warga yang berada di radius kurang lebih 500 meter sehingga dalam setiap harinya warga yang berada di sekitar perternakan harus memakai masker karena dikhawatirkan terjangkit penyakit saluran pernapasan yang sudah dirasakan sebagian oleh warga. Selain Kampung Nyalindung, lingkungan yang paling parah terkena dampak polusi udara akibat keberadaan peternakan tesebut yakni Kampung Sindang Wakap.

Menurut sumber yang ada, peternakan ayam itu berjumah 9 bangunan atau kandang dan berisi sekitar 54.000 ekor ayam ternak. Jumlah yang sangat besar tersebut dinilai kurang sesuai dengan lokasi yang ada khususnya mengenai pembuangan air limbah yang tidak memenuhi syarat analisis dampak lingkungan.

Menyikapi kejadian tersebut, sebetulnya warga sekitar sudah beberapa kali mengadakan musyawarah dengan pihak pemilik peternakan. Namun, masih belum dapat melahirkan solusi karena kehadiran sang pemilik selalu diwakilkan. Sementara, pada musyawarah terakhir yang dihadiri langsung oleh pemilik peternakan, perwakilan pemerintah setempat, Muspika dan warga sekitar mampu menghasilkan suatu kesepakatan bersama.

Kesepakatan itu yakni pemilik peternakan akan berupaya meminimalisasi bahaya pencemaran lingkungan dengan membuat kolam penampungan air limbah sebelum dialirkan ke saluran air (Solokan). Namun, jika pemilik peternakan tidak menepati janjinya dan tidak bisa memenuhi tuntutan warga sampai batas waktu yang telah ditentukan yakni sampai Tanggal 31 Juli 2016, maka peternakan tersebut akan ditutup dan dihentikan aktifitasnya secara paksa oleh warga setempat.

Sementara saat dikonfirmasi, Perangkat Desa Linggajati Kecamatan Sukaratu Ateng membenarkan bahwa selama ini telah diadakan beberapa kali musyawarah atas keluhan dari warganya terkait kegiatan peternakan tersebut. Dari beberapa kali musyawarah, terang Ia, pihak pemilik peternakan selalu dihadiri oleh istrinya dan musyawarah tersebut diketahui oleh pemerintah setempat. Berkaitan dengan permasalahan itu, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tasikmalaya sudah menyurvei langsung ke lokasi peternakan. EQi

 

Related posts

Leave a Comment