Polemik Renovasi Tugu Asmaul Husna Bakal Tumbangkan Megatron..?

 5,835 total views

Keberadaan Megatron nampak tidak jauh dari letak Tugu Asmaul Husna Kota Tasikmalaya yang saat ini masih dalam pengerjaan renonasi. | Foto : Asron
Keberadaan Megatron nampak tidak jauh dari letak Tugu Asmaul Husna Kota Tasikmalaya yang saat ini masih dalam pengerjaan renovasi. | Foto : Asron

Kota, Wartatasik.com – Kegiatan pembangunan atau renovasi Tugu Asmaul Husna yang terletak di Simpang Nagarawangi Kota Tasikmalaya akhir-akhir ini menuai kontroversi dan pertanyaan dari banyak pihak. Mulai dari besarnya anggaran yang dinilai tak seimbang alias terlalu melambung tinggi hingga harus menelan Rp.643.983.000 dari APBD Kota Tasikmalaya serta poin-poin permasalahan lainnya.

Disamping itu, tak sedikit orang yang mempertanyakan jika renovasi Tugu Asmaul Husna selesai, lantas bagaimana dengan nasib Megatron yang keberadaannya tepat di dekat tugu tersebut?. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, selama ini keberadaan media reklame elektronik itu telah banyak menyumbangkan dana untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan target tak kalah besar dari jumlah anggaran pembangunan tugu tersebut hingga mencapai 2 miliar rupiah.

Menanggapi hal tersebut, Kasi.Reklame Bidang Pertamanan dan Pemakaman Dinas Ciptakarya Kota Tasikmalaya Hj. Eva Novita Mulyantina mengungkapkan pihaknya belum ada rencana atau berwacana untuk merelokasi atau membongkar keberadaan megatron pasca kegiatan pembangunan Tugu Asmaul Husna selesai.

“Megatron ijinnya tidak diperpanjang lagi tapi untuk relokasi dan pembongkaran masih belum ada rencana juga wacana. Karena untuk pembongkaran memerlukan anggaran yang cukup lumayan besar,” katanya kepada Crew Media Online Wartatasik.com, Selasa (11/11).

Sampai sekarang ini, lanjut Ia, megatron masih milik vendor reklame. “Tapi apabila sebuah reklame tidak diperpanjang dan juga tidak dibongkar oleh pemilik reklame maka menjadi milik pemerintah kota,” tambahnya seraya mengaku jika megatron tersebut dibongkar tentunya bakal mengurangi nilai PAD.

Terpisah, Kasi Pembukuan dan Penagihan PDL Dinas Pendapatan Yogi Subarkah saat dihubungi melalui sambungan selulernya mengatakan pada prinsipnya Dipenda mengikuti keputusan dari dinas teknis lainnya yang dalam hal ini Dinas Ciptakarya, Tata Ruang dan Kebersihan. “Karena Dispenda sendiri hanya bertugas sebagai penarik pajaknya saja. Untuk hal tersebut ikut saja dinas terkait,” singkatnya. Asron/Indra

Related posts

Leave a Comment