Polisi Bergerak Cepat Lakukan Penyelidikan Kasus Ratu Paksi

 3,170 total views

Foto: Tim Advokasi Dani Safari Effendi, SH saat melakukan pendampingan di Propam Polres Tasikmalaya Kota / dok

Kota, Wartatasik.com – Setelah mendapat informasi tentang adanya dugaan perbuatan tidak menyenangkan dan fitnah yang diduga dilakukan oleh pihak Toko Ratu Paksi di Jl. Sukalaya Kota Tasikmalaya, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota bergerak cepat melakukan pemeriksaan serta penyelidikan ke seluruh pihak yang terlibat dalam kejadian hari Kamis sore (21/12/2017) itu.

Sebelumnya, beredar di dunia maya juga media online serta banyaknya kecaman terhadap toko tersebut yang dikabarkan telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan dan fitnah kepada korban berinisial Aq (16) pelajar SMA Al-Mutaqin. Aq mendapatkan perlakuan tidak wajar dari security wanita Toko Ratu Paksi yang melakukan pemeriksaan dan interogasi terhadap korban hingga ke seluruh bagian tubuhnya.

Sementara, tim advokasi korban Dani Safari Effendi, SH saat mendampingi orangtua korban dalam pemeriksaan di Propam Polres Tasikmalaya Kota yang melaporkan oknum salah satu Polsek mengatakan, proses penanganan kasus itu sudah direspon dengan cepat oleh Polres Tasik Kota bahkan Kapolres Kota AKBP Adi Nugraha, S.I.K berjanji akan memprosesnya dengan tidak pandang bulu sesuai koridor dan ketentuan yang berlaku.

Dani menambahkan, pelaku oknum Polsek yang dilaporkan karena tidak melayani dengan baik saat ini sedang ditangani oleh Propam. Lalu, ditegaskannya, Pemerintah Kota Tasikmalaya agar segera menindak tegas dengan menutup Toko Ratu Paksi karena diduga tidak mengantongi izin selama 2 tahun. Ia meminta, kepada seluruh pihak untuk saling menjaga keamanan dan tidak melakukan tindakan yang provokatif demi terwujudnya kondusifitas di Kota Tasikmalaya.

Kemudian, setelah Kapolres melakukan langkah-langkah dengan menerjunkan anggota Unit PPA guna menangani kasus dugaan tersebut yang semula akan diadakannya aksi pada Selasa 26 Desember 2017 atau esok hari, Ketua Persatuan Guru Madrasah (PGM) Asep Rijal menarik rencana itu karena merasa tuntutannya sudah terwakili oleh kebijakan Kapolres. Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada pihak Polres Tasikmalaya Kota yang telah mengambil tindakan tegas. Asron

Related posts