Pro Kontra Soal Izin Usaha Pembuatan Hotmix di Sukaratu

 4,198 total views

Gelaran audiensi FPP dengan KPPT Kab. Tasikmalaya dan pihak Perusahaan AMP. Kamis (28/07) | Foto : Seda
Gelaran audiensi FPP dengan KPPT Kab. Tasikmalaya dan pihak Perusahaan AMP. Kamis (28/07) | Foto : Seda

Kabupaten, Wartatasik.com –  Puluhan warga yang tergabung dalam Forum Pergerakan Pemuda (FPP) Kecamatan Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya dengan tegas menolak sekaligus meminta pihak terkait untuk segera menutup secara permanen dan menghentikan seluruh aktivitas Perusahaan Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT.Tiara Mulya Sejahtera yang berlokasi di Desa Linggajati kecamatan tersebut karena disinyalir tidak mengantongi izin serta berbenturan dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Hal itu disampaikan Ketua FPP Fahmi saat melakukan audensi dengan di Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT) KabupatenTasikmalaya, Kamis (28/07) tadi siang. “Kami dari warga menyatakan menolak keberadaan perusahaan tersebut karena mengancam keberlangsungan alam di daerah sekitar. Tidak memiliki Amdal dan SIUP serta bangunannya berdiri di lokasi zona basah atau merah yang notabene kawasan rawan bencana. Ini jelas-jelas sudah melabrak aturan dan perundang-undangan. Kita minta pihak terkait untuk menutup secepatnya sebelum warga mengambil tindakan sendiri,” tegasnya.

Sementara Perwakilan KPPT Fahmi Abdul Mukhlis mengaku pabrik pembuatan hotmix yang berada di wilayah tersebut sepengetahuan telah mengantongi izin. ”AMP yang sudah beroperasi sejak tahun 2013 lalu sudah menempuh proses perizinan.  Kami telah mengeluarkan permohonan izinnya,” jelas Ia. Senaga dengan yang dikatakan oleh Perwakilan Perusahaan AMP, Ade GM bahwa proses izin pendirian dan yang lain sudah ditempuhnya.

“Tidak ada masalah dalam pembangunan perusahaan tersebut. Semuanya sudah sesuai dengan aturan baik dari Amdal, dokumen UKL-UPL, Amdal Lalin serta Izjin Lingkungan. Maka dari itu perusahaan sudah bisa beroperasi,” tandasnya. Seda

Related posts