Rakor Gakkumdu, Satukan Persepsi Penegakan Hukum Tindak Pidana Pilkada

 2,156 total views

Suasana Rakor Gakkumdu,  Hotel Horison, Kamis (02/02)
Suasana Rakor Gakkumdu, Hotel Horison, Kamis (02/02)

Kota, Wartatasik.com – Rapat Koordinasi Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) dalam rangka menyambut dan menyukseskan pelaksanaan pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tasikmalaya tanggal 15 Februari 2017 resmi dibuka oleh Ketua Panwas Kota Tasikmalaya Ede Supriadi.

Rakor dengan tema potensi kerawanan pemilu, proses penanganan tindak pidana pemilu dan sinergitas antar lembaga dalam proses penegakan hukum pemilu tersebut, dihadiri unsur Gakkumdu mulai dari unsur Panwas Kota Tasikmalaya, kepolisian, Kejaksaan, serta Panwascam se-Kota Tasikmalaya, Kesbangpol Kota Tasikmalaya dan rekan Media masa di Kota Tasikmalaya.

Rakor tersebut diisi materi-materi yang disampaikan oleh beberapa pemateri diantaranya dari Ketua Bawaslu Provinsi Harminus Koto, Kepolisian Tasikmalaya Kota, Kejaksaan Kota Tasikmalaya, dan Panwas Kota Tasikmalaya dan Kesbangpol. Saat membuka acara, Ede Supriadi menjelaskan, Rakor tersebut untuk meningkatkan penguatan kelembagaan sentra Gakkumdu untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai potensi pelanggaran pilkada yang tinggal beberapa hari lagi dilaksanakan.  ”Kita harapkan adanya sinegitas unsur Gakkumdu dalam mengantisipasi dan pencegahan pelanggaran pilkada serta adanya persamaan persepsi dalam penegakan hukum tindak pidana pilkada. Intinya tidak ada miskomunikasi, karena kita masing-masing memiliki kewenangan dan semangat awalnya kita adalah melakukan pencegahaan pelanggaran hukum pilkada,” jelasnya.

Pihaknya juga berharap terhadap media masa dalam memberikan informasi kepada masyarakat dengan benar dan berimbang. ”Dalam memberikan informasi, media harus menyampaikan sesuai dengan fakta dan harapan masyarakat, ada adukasi, hiburan dan informasinya bisa dikonsumsi publik secara baik dan benar, juga bisa memberikan informasi pendidikan politik terkait pilkada yang dihadapi saat ini, sehingga masyarakat bisa paham politik dan tidak menjadi korban politik,” tandasnya.

Laporan: Seda

Related posts