Rani Permata

 12,636 total views

3-rani-2

Rani Permata lahir di Ciamis pada tanggal 20 Oktober 1977. Masa kecilnya dihabiskan di Bandung. Menginjak SD kelas 5, ia pindah kembali ke kota kelahirannya di Ciamis. Setelah itu, ia menamatkan SMP dan SMA di Tasikmalaya. Ayah bundanya berasal dari Ciamis, dan masih punya hubungan darah dengan Abah Anom, tokoh ternama dari Pesantren Suryalaya. Abah Anom adalah kakak dari kakeknya. Itulah alasan keluarga Rani memiliki latar belakang agama yang kuat. Perpaduan seni dan agama menciptakan ‘rasa’ dan nilai yang menjadi fondasi dalam membentuk karakter dan mengarahkan filosofi hidup Rani di masa depan.

Dunia seni merupakan hal yang tak terpisahkan dari sosok Rani Permata. Sebelum menjadi ibu Wakil Bupati (wabup) Garut, Rani telah lebih dulu berkecimpung di dunia entertainment. Sosoknya kerap memenuhi layar kaca. Setelah mendampingi suami menjadi Wabup kala itu, jiwa seninya masih mengalir kental. Ia pun membentuk karya nyata yang memadukan seni dengan kegiatan kemanusiaan dalam satu harmoni. Salah satunya “Tasyakur Saba Desa”, sebuah acara hiburan seni sunda yang membaurkan unsur tradisional dan modern, yang dikemas dengan kegiatan bakti sosial, seperti pengobatan gratis, dan sebagainya. Ternyata hasilnya sangat efektif dibanding media ceramah atau himbauan. “Sebab seni bersifat universal. Bisa diterima semua pihak dari lintas agama, budaya, dan golongan,” katanya.

Kecintaan Rani pada seni tidak terlepas dari catatan masa kecilnya. Ia dibesarkan di lingkungan yang mengenalkan apresiasi pada karya dan keindahan. ”Bagi saya seni adalah bagian dari jiwa, sama halnya dengan agama. Jadi mempelajari seni tidak harus kemudian melupakan akhlaq. Seni justru bisa dijadikan sarana untuk mendekatkan diri pada Sang Pencipta!” ungkapnya. Net

Related posts