Registrasi Gratis Sudah Malas, Apalagi Bayar

 4,674 total views

Dari sekitar 5 ribu penarik becak yang tercatat di Dishubkominfo Kota Tasikmalaya, hingga bulan Juni tahun ini baru 673 orang yang sudah melakukan registrasi ulang SKTB.
Dari sekitar 5 ribu penarik becak yang tercatat di Dishubkominfo Kota Tasikmalaya, hingga bulan Juni tahun ini baru 673 orang yang sudah melakukan registrasi ulang SKTB.

Kota, Wartatasik.com – Keberadaan para penarik becak di Kota Tasikmalaya sekitar 5000 orang. Itu menurut data yang tercatat di Bidang Angkutan Umum Dishubkominfo dari sejak beberapa tahun lalu sampai sekarang. Mungkin hingga kini jumlahnya sudah semakin bertambah banyak. Tentunya penilaian tersebut berdasarkan kasat mata yang terlihat secara real di lapangan.

Kendati demikian, kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan ketika sebagian banyak ulah dari mereka (Penarik becak) tidak mematuhi atau mentaati aturan-aturan lalu lintas yang diberlakukan pihak berwenang. Menerobos rambu seenaknya, ngetem mencari penumpang di berbagai tempat dengan tidak beraturan hingga di lokasi lampu stopan (Traffic Light) pun jadi.

Situasi tersebut lebih diperparah lagi dengan minimnya kesadaran untuk melakukan pendataan ulang tahunan atau registrasi Surat Kendaraan Tidak Bermotor (SKTB) yang dimilikinya masing-masing. Padahal, kata salah sorang staf Bidang Angkutan Umum Irman menegaskan bahwa registrasi ulang tersebut tanpa dipungut biaya sepeserpun alias gratis, tinggal mendaftar yang nantinya hanya di data ulang.

Ia menyebutkan, dari tahun ke tahun jumlah penarik becak yang sadar registrasi tak lebih dari setengahnya jumlah total yang ada. Hingga bulan Juni tahun ini saja, terangnya, baru tercatat sebanyak 673 orang penarik becak yang sudah meregistrasinya. “Berarti sisanya masih banyak yang belum,” katanya.

Diakuinya, jumlah para pengayuh becak di Kota Tasikmalaya makin bertambah banyak termasuk yang musiman seperti pada suasana menjelang Idul Fitri kali ini. Namun, dituturkan Irman, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena keterbatasan personil. “Terus terang kami disini tidak melakukan jemput bola untuk melakukan pendataan karena minimnya jumlah petugas. Kami berharap adanya niat dan kesadaran mereka untuk melakukan registrasi demi tertibnya administrasi,” ujarnya.

Sementara, salah seorang penarik becak asal Kec. Cihideung Nana (43) mengaku jarang melakukan registrasi karena terkendala jarak tempuh untuk menuju ke Kantor Dishubkominfo. “Kantor dinasnya jauh pa, jadi malas untuk berangkatnya. Saya harap adanya pertugas yang turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan,” singkat pria yang hampir 6 tahun menjadi pengayuh becak itu. Asron/Indra

Related posts

Leave a Comment