Rektor : Bamba Unigal Harus Punya Semangat Nasionalisme dan Internalisasi Ideologi Negara

 2,684 total views

Rektor Unigal (Tengah) saat Konferensi Pers | Foto : Tantan
Rektor Unigal (Tengah) saat Konferensi Pers | Foto : Tantan

Ciamis, Wartatasik.com – Sebanyak 3.150 Mahasiswa Universitas Galuh (Unigal) Ciamis mengikuti Bimbingan Akademik Mahasiswa Baru (Bamba) tahun Akademik 2016/2017 yang tersebar di 7 Fakultas dan 20 Prodi.  Kegiatan Bamba tersebut berpedoman pada SK Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 116/BI/BK/2016 tentang panduan umum pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru.

Rektor Universitas Galuh Ciamis Dr. H. Yat Rospia Brata, Drs., M.Si mengatakan, mahasiswa baru akan menghadapi “dunia baru” ketika memasuki perguruan tinggi, baik dunia akademik maupun sosial budaya. ”Karenanya pola pikir, pola sikap dan pola tindakannya perlu diarahkan agar dapat beradaptasi melalui Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (P2KMB) di Universitas Galuh yang dinamakan Bamba,” terangnya saat konferensi pers, di Gedung Rektorat, Kamis (8/9).

Menurutnya, pergaulan dunia yang tanpa sekat seiring kemajuan teknologi memberi peluang masuknya nilai-nilai yang menderadasi nasionalisme dan mendekonstruksi ideologi negara di kalangan mahasiswa. Atas dasar itu, sambung Ia, kegiatan Bamba Unigal bertemakan “Membangun Semangat Nasionalisme Demi Mempertahankan Ideologi Negara” yang dilaksanakan selama tiga hari mulai dari Tanggal 8-10 September 2016.

Pihaknya menjelaskan, secara umum bentuk kegiatan Bamba berupa stadium general dari Rektor Universitas Pertahanan yang dikemas dalam bentuk Talk Show yang nantinya akan diseminasikan melalui tayangan di media televisi, orasi ilmiah, diskusi dan dinamika kelompok. ”Kegiatan yang sudah sesuai dengan amanat Direktorat Jendral Pembelajaran, Kemahasiswaan dan Kemenristek Dikti bahwa penyelenggaraan Bamba ini difokuskan kepada pendewasaan dan pembelajaran, dengan tertib dan tidak ada kekerasan verbal, fisik maupun mental,” ujarnya.

Ia pun mengharapkan, semangat nasionalisme dan internalisasi ideologi negara dikalangan mahasiswa baru Unigal akan semakin kuat juga bisa termanifestasi dalam interaksi sosial baik di dalam maupun diluar kampus dengan berbagai bentuknya. “Mahasiswa baru Unigal diharapkan dapat memahami dan mengenal lingkungan barunya, terutama di organisasi dan struktur Perguruan Tinggi, sistem pembelajaran dan kemahasiswaan serta terciptanya persahabatan dan kekeluargaan antar mahasiswa, pendidik dan Tenaga Kependidikan,” ujar Ia.

Dengan kegiatan Bamba Mahasiswa Baru Unigal, pihaknya mengharapkan bisa memerankan fungsi universal mahasiswa seperti yang terukir dalam sejarah perjuangan bangsa-bangsa yaitu menjadi Agent Of Social Change (agen perubahan sosial) dan Agent Of Social Control (agen kontrol sosial).

Laporan: Tantan.

Related posts