Sajian Data jadi Pokok Persoalan Kacaunya Penyaluran Bantuan di Kota Tasik

 558 total views

H. Rachmat Soegandar, SH / Indra

Kota, Wartatasik.com – Pangkal utama yang menjadi dan selalu menuai permasalahan dalam setiap penyaluran bantuan sosial khususnya di Kota Tasikmalaya selama ini adalah berawal dari sajian data atau pendataan. Baik dalam urusan pendidikan, kesehatan maupun penyaluran bantuan untuk kesejahteraan masyarakat seperti Program Keluarga Harapan (PKH) yang sekarang ini tengah disoroti oleh sejumlah lembaga kontrol.

Demikian ditegaskan Anggota Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya H. Rachmat Soegandar, SH., Rabu (11/10/2017). Ia mengatakan, hingga sekarang ini belum ada upaya dari pemerintah untuk merealisasikan sajian data yang aktual hanya baru sebatas wacana-wacana yang dikemukakan tanpa adanya tindaklanjut secara riil dengan alasan menunggu kucuran dana dari provinsi ataupun pusat.

Padahal, dalam hal ini pemerintah maupun kepala daerah sangat memiliki peluang untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. “Misal, secepatnya melakukan pendataan ulang dengan menggunakan anggaran APBD, jangan mengandalkan bantuan APBN atau Provinsi. Karena itu tidak bisa ditentukan waktunya,” ujar Rachmat.

[sc name=”iklanadsense2″]

“Saya tidak akan banyak mengomentari, yang jelas ingin menyampaikan harapan yang sebetulnya dari dulu itu-itu juga, yakni agar pemerintah dengan segala kewenangannya segera merealisasikan hal-hal yang berkaitan dengan pendataan ulang atau pemutakhiran data, dan kami pun dari Komisi IV sangat mendorong sekali karena selalu bersinggungan dengan urusan-urusan yang memerlukan pemutakhiran data seperti bantuan pendidikan (Kartu Indonesia Pintar) dan kesehatan (Kartu Indonesia Sehat),” tutur Ia.

Jika upaya itu tidak dilakukan, menurutnya, semua program yang memerlukan pemutakhiran data tersebut tidak akan berjalan dengan baik alias kacau balau sehingga seluruh anggaran yang direalisasikan tidak akan tersalurkan dengan maksimal. “Seolah-olah kita mau berangkat ke Jakarta tapi tidak On the Track, maka amburadul lah itu semua, kan sayang angggaran yang direalisasikan tidak tepat sasaran,” tandas Rachmat. Indra

Related posts