
Tasikmalaya, Wartatasik.com – Sebagai karyawan swasta selama puluhan tahun bekerja, yang pekerjaannya banyak dilaksanakan diruangan tertutup atau in door, tentunya sering terkena paparan air conditioner (AC) tentu berdampak terhadap permasalahan mata diantaranya mata kering, sepet dan lelah.
Gejala matanya itu dirasakan seiring lamanya kerja seharian di dalam ruangan dengan bekerja selama puluhan tahun, ditunjang usia semakin bertambah.
Tentu saja, tidak hanya melaksanakan tugas sebagai SPG, juga mengerjakan laporan tertulis yang notabene menggunakan mata jeli, telaten, agar tidak mengalami kesalahan serta kekeliuran demi profesionalitas dan optimalitas dalam tugas pokoknya tersebut.
Demi menjaga kesehatan mata, perlu adanya solusi dari semua keluhan mata, diantaranya mata kering yang sering dialaminya itu. Untung saja, ada INSTO, merek tetes mata dari Combiphar, yakni produk INSTO Dry Eyes yang kini meluncurkan kampanye “Bebas Mata SePeLe” untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang mata SEpet, PErih, LElah (SePeLe) yang merupakan gejala mata kering.
Sebagai produk yang mengatasi mata kering, mata sepet, perih, dan lelah “Mata SePeLe”, INSTO dengan varian INSTO Dry Eyes yang diformulasikan khusus dengan Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC). Kandungan bahan aktif ini bahkan diajukan oleh International Council of Ophtalmology (ICO) ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai guideline terapi untuk mengatasi gejala mata kering, karena dapat bekerja sebagai pelumas yang menyerupai air mata dan meringankan iritasi akibat kurangnya produksi air mata. INSTO Dry Eyes tersedia dalam kemasan 7,5 ml untuk pengaplikasian yang praktis, sekaligus mudah dibawa.
INSTO Dry Eyes Menjadi Salah-satu Solusi untuk Mengatasi Gejala Mata Kering
Sebut saja, karyawan swasta yang dimaksud tersebut adalah Yati Nurhayati (40) yang bekerja sebagai sales promotion girl (SPG) asal Cibeureum, Kota Tasikmalaya ini telah merasakan khasiat dan kegunaan Insto Dry Eyes.
Terlebih dari dua pekan kebelakang, kesibukannya itu bertambah karena memasuki hari liburan, “Hingga peningkatan intensitas kerja makin meningkat, membuat tubuh lelah, sedikit stress, yang berakibat mata pun ikutan lelah, sepet,” terang Yati, Jumat (9/1/2025).
Sebagai karyawan, ia ingin menjaga kesehatan mata agar senantiasa tetap segar dari kemungkinan gejala mata ringan, “Sampai akhirnya, saya mencoba Insto Dry Eyes, digunakan sesuai kebutuhan, mata kembali segar,” jelasnya.
“Dan kini menjadi teman setia saya, karena ringan dibawa juga, mata saya lebih segar, nyaman, dan tidak khawatir lagi walaupun berjam-jam terpapar AC. Insto Dry Eyes menjadi solusi permasalahan perempuan seperti saya,” pungkasnya.
Di kutip dari beberapa sumber, tentang Insto Dry Eyes, bahwa prevalensi mata kering mencapai 41% untuk area Jabodetabek dan Bandung. banyak masyarakat yang mengalami mata kering tidak menyadarinya. Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan, mata kering berisiko mengganggu produktivitas dan bahkan sampai kualitas hidup.
Merespon situasi tersebut, INSTO, merek tetes mata dari Combiphar, melalui produk INSTO Dry Eyes meluncurkan kampanye “Bebas Mata SePeLe” untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang mata SEpet, PErih, LElah (SePeLe) yang merupakan gejala mata kering.
Kesimpulan berdasarkan survey kuantitatif yang sudah dilakukan:
- Tingkat penetrasi mereka yang mengalami mata kering cukup tinggi (41%), dan 20 persennya tidak sadar mengalami mata kering.
- Dari orang yang tidak sadar mengalami mata kering tersebut, sebagian dari mereka salah menggunakan jenis tetes mata (tetes mata untuk iritasi mata merah), dan sebagian lagi tidak take action untuk mengatasi mata kering tersebut, sehingga berpotensi memperburuk kondisi mata keringnya.
- Bahkan, sebagian orang yang sudah sadar masih salah menggunakan jenis tetes mata (tetes mata untuk iritasi mata merah), dan tidak take action.
“Sebagai pemimpin pasar kategori tetes mata yang telah dipercaya lebih dari 50 tahun di Indonesia, INSTO memiliki komitmen besar terhadap kesehatan mata masyarakat Indonesia. Rendahnya kesadaran masyarakat tentang mata kering mendorong kami meluncurkan kampanye ‘Bebas Mata SePeLe’ untuk meningkatkan kesadaran akan gejala mata kering dan pentingnya penanganan mata kering sejak dini,” ungkap Weitarsa Hendarto, Direktur PT Combiphar.
Farah Feddia, GM Eye Care Combiphar, menambahkan bahwa keseriusan INSTO dalam memahami literasi masyarakat terhadap mata kering diwujudkan melalui berbagai riset dan survei yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Salah satu temuan kami menunjukkan bahwa 4 dari 10 orang mengalami mata kering, namun separuhnya tidak menyadari kondisinya. Fakta ini menegaskan pentingnya upaya edukasi yang lebih luas,” tutur Farah.
Lanjutnya, melalui kampanye ‘Bebas Mata SePeLe’, INSTO melalui INSTO Dry Eyes hadir untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menghadirkan solusi yang sesuai kebutuhan, agar masyarakat Indonesia dapat menjaga kesehatan mata dan tetap produktif,” katanya.
Dijelaskan Farah, rendahnya tingkat kesadaran masyarakat akan kondisi mata kering dapat berpotensi membuat kondisi mata kering yang tidak tertangani menjadi lebih berat tingkatannya, “Hal ini kian mengkhawatirkan, karena masyarakat kerap abai ketika gejala mata kering seperti mata sepet, perih dan lelah muncul,” ungkapnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Dr. Eka Octaviani Budiningtyas, SpM, Dokter Spesialis Mata dari JEC Eye Hospitals and Clinics, menjelaskan “Pasien yang datang karena mata kering jumlahnya sangat banyak, sebagian besar pasien mata kering datang ketika kondisinya sudah cukup parah dan mereka tidak sadar bahwa mereka terkena mata kering, padahal gejala awal seperti mata terasa sepet, perih, dan lelah sudah muncul sejak lama,” terangnya.
Lanjutnya lagi, jika mereka sadar gejalanya dan ditangani sejak awal, kondisi ini bisa dicegah agar tidak berkembang menjadi lebih berat. Apabila seseorang mengalami gejala mata kering, maka dapat datang berkonsultasi dengan dokter spesialis mata. Hal ini dimaksudkan agar dapat dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap derajat, penyebab, dan tatalaksana mata kering apa yang sesuai.
“Mata kering itu jenis dan derajatnya berbeda-beda, oleh karena itu tatalaksananya juga taylormade, bisa berbeda-beda untuk setiap orang. Untuk tatalaksana mata kering sendiri beragam, bisa dari kompres hangat, lidygiene, latihan berkedip, dan juga pemberian artificial tears sebagai pengganti air mata serta vitamin penunjang seperti omega-3. Pada gejala yang sangat berat, bahkan bisa sampai dilakukan operasi,” jelasnya mengakhiri. Asron
