Seuntai Catatan Kang Jamil untuk Benahi Kota Santri

 7,053 total views

Ir. Nanang Nurjamil, MM | Foto : Asron
Ir. Nanang Nurjamil, MM | Foto : Asron

Kota, Wartatasik.com – Ditengah gencarnya giat promosi sejumlah bakal calon atau kandidat Pilkada Kota Tasikmalaya 2017 yang diterapkan baik melalui pemasangan baligho, deklarasi paslon dan lain sebagainya, sosok yang satu ini lebih memilih banyak berdialog atau diskusi langsung dengan masyarakat dalam menyampaikan visi misinya sekaligus mengenalkan agenda atau program kedepan jika dirinya terpilih menjadi orang nomor satu di Kota Santri ini.

Ia adalah Ir. Nanang Nurjamil, MM., (Kang Jamil) kelahiran asli Tasikmalaya 20 April 1965. Melibatkan diri dalam perhelatan pesta demokrasi untuk manggung sebagai calon walikota karena terdorong banyak hal yang bermuara terhadap perubahan Kota Tasikmalaya lebih baik kedepan. Saat berbincang bersama Crew Media Online Wartatasik.com di satu tempat, Senin (15/8) tadi siang, Kang Jamil mengungkapkan, bahwa dirinya sangat berkomitmen akan menjalankan kepemimpinan secara istiqomah berdasarkan norma Agama dan hukum negara yang berlaku. Lalu, akan menyelesaikan ragam persoalan yang sekarang ini sudah menjadi fakta dan realita di Kota Tasikmalaya.

Dijelaskan Ia, persoalan-persoalan tersebut sedikitnya terdiri dari lima poin yang terangkum dalam program Tasik “HEBAT” (Harmoni, Ekologis, Bersih, Berbudaya, Agamis, Agronomis, dan Terintegrasi-red) sekaligus menjadi catatan program usungannya jika terpilih untuk mengemban amanah memimpin daerah yang notabene sebagai barometer Priangan Timur ini, diantaranya, pertama, meminimalisir angka kemiskinan berdasarkan kepada pemberdayaan atau memberdayakan potensi yang ada, misal, pemberdayaan ekonomi kreatif, penciptaan lapangan kerja melalui sektor agrobisnis dan potensi lainnya. Penerapannya, dengan mengadakan diklat mendiri (Pendidikan Latihan Kerja Mandiri) untuk mengajarkan dan memberikan modal awal kepada masyarakat agar membuka usaha sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Kedua, mengatasi darurat narkoba yang dinilai sangat kontradiktif dengan sebutan Kota Satri, juga masalah-masalah seperti minumam keras, prostitusi, kemaksiatan dan yang lainnya. Salah satu upaya yang akan diterapkan dengan membentuk Satgas Pengendalian Pengawasan Pelaporan Tindak Kemaksiatan (P3TK) mulai dari tingkat RW, kelurahan hingga kecamatan. Anggotanya terdiri dari tokoh masyarakat, aktivis, Babinsa dan juga Kepolisian yang nantinya di SK-an walikota sekaligus diberi fasilitas dan ID Card resmi serta bisa online mengadakan pelaporan kepada pihak kepolisian dan Satpol PP.

Ketiga, menangani penyebaran virus HIV/AIDS yang sampai saat ini angkanya sangat tinggi dibanding daerah-daerah lainnya. Keempat, mereformasi birokrasi dengan melakukan transparansi pengelolaan dan akuntabilitas anggaran guna mencegah pemerintahan yang terindikasi korupsi. Hal itu, akan diterapkan dengan pengadaan festival anggaran dalam setiap tahunnya untuk mengundang masyarakat agar mengetahui jumlah nominal anggaran mulai dari APBD, Gaji Walikota dan Wakilnya serta jenis-jenis pembangunan di lingkungan masyarakat.

Kelima, mengutamakan pelayanan publik yang mudah, murah, memuaskan dan pasti. Teknisnya, dengan menugaskan orang-orang dinas untuk bekerja di tingkat kelurahan secara rolling agar masyarakat yang berkepentingan bisa menyelesaikannya cukup di kelurahan, “Satu Jendela, Satu Pintu, Semuanya bisa terselesaikan”. Intinya, mendekatkan pelayanan publik ke lingkungan masyarakat. Selain lima poin tadi, Kang Jamil juga menerangkan, seiring dengan sebutan nama Tasik sebagai Kota Santri pihaknya berniat akan menciptakan program Agamawan Masuk Sekolah (AMALIAH) dan juga Seni Budaya masuk sekolah guna menguatkan kembali identitas budaya daerah yang sekarang ini hampir musnah di makan kemodernan zaman yang menjadikan generasi berjiwa individualistis.

Laporan: Indra/Asron

Related posts