Siap Tampil di PON, Atlet Disabilitas Kab. Ciamis Butuh Perhatian

 1,819 total views

Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Ciamis Dodo | Foto : Tantan
Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Ciamis Dodo | Foto : Tantan

Ciamis, Wartatasik.com – Keberadaan atlet-atlet Disabilitas (Penyandang cacat) di Kabupaten Ciamis dinilai masih minim perhatian dari pemerintah daerah, salah satunya berkaitan dengan fasilitas sarana dan prasarana. Padahal, banyak prestasi yang sudah ditorehkan para atlet tersebut dalam mengharumkan Ciamis.

Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Ciamis Dodo mengatakan, untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Tahun 2016, pihaknya akan menurunkan sebanyak empat atlet terbaiknya yang diantaranya di Bidang Atletik Loncat Tinggi, Tenis Meja, Bulu Tangkis dan Volley Ball. “Para Atlet tersebut terbagi dari beberapa wilayah kecamatan seperti Kecamatan Rancah, Ciamis, Lakbok dan Banjarsari. Mereka anggota PPDI Ciamis yang mengalami Tuna Daksa,” ujarnya, Senin (27/06).

Dodo menilai, sejauh ini para atlet itu hanya memakai anggaran dari kas PPDI yang terkumpul dari para donatur-donatur yang peduli akan keberadaan kaum Disabilitas. ”Kami ingin ada perhatian dari pemerintah daerah khususnya bagi para Altlet PPDI yang telah mengharumkan nama baik Kabupaten Ciamis di tingkat Nasional,” ucapnya.

Ia mencontohkan, seperti atlet disabilitas Narsim yang telah menorehkan dua mendali emas di ajang olimpiade bidang Panahan dan Renang, sekarang sudah tidak ingin mengikuti lagi ajang tersebut karena minim perhatian. ”Atlet Difabel yang mengalami Tuna Rungu tersebut menginginkan perhatian dari pemerintah daerah terutama kesejahteraan para Atlet,” ungkapnya.

Menurut Ia, sebenarnya pemerintah mengetahui prestasi yang telah mengharumkan nama baik daerah namun seolah  menutup mata. ”Kami tidak ingin perhatian yang lebih, tetapi hanyak ingin diakui seperti atlet yang lainnya,” harap Dodo.

Terpisah, saat dihubungi via telepon, Sekretaris Umum KONI Kabupaten Ciamis Ajiz Bashari mengungkapkan, para penyandang disabilitas yang tergabung dalam National Paralympic Committee of Indonesia (NPCI) sudah memisahkan diri dari KONI sejak Tahun 2015.”Kami menyarankan kepada seluruh atlet disabilitas yang tergabung dalam NPCI untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah khususnya dalam hal Olahraga,” paparnya.

“Walaupun dengan keterbatasan anggaran, tetapi bagi kaum disabilitas yang telah mengharumkan Kabupaten Ciamis, anggaran tersebut pasti ada,” sambung Ia. (Laporan Kontributor/Tantan)

 

Related posts

Leave a Comment