Soal Buruknya Penunjang Pendidikan, PMII ‘Kutuk’ Pemkab Tasik

 2,046 total views

Doni Ramdani / dok

Kabupaten, Wartatasik.com – Fenomena buruknya sarana penunjang pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya terus menjadi sorotan publik. Kali ini datang dari Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Doni Ramdani, selaku Ketua Umum PMII Kab. Tasik menanyakan tentang peran pemerintah selama ini terkait masih adanya sarana pendidikan yang tidak layak pakai.

“Sarana merupakan alat dan teknik yang dipergunakan dalam rangka meningkatkan efektifitas komunikasi dan interaksi edukatif antara pendidik dengan peserta didik dalam proses pembelajaran di sekolah dan hal itu sangat menunjang mutu pendidikan. Tapi kalau dilihat dari fenomena sekarang, ko masih banyak sarana pendidikan yang seakan-akan diabaikan oleh pemerintah,” ungkapnya, Selasa (05/12/2017).

[sc name=”iklanadsense2″]

Doni mencontohkan beberapa kasus sebagai catatan bagi pemerintah. Dari beberapa kejadian rubuhnya ruang belajar hingga tidak layaknya ruang kelas untuk digunakan proses belajar mengajar menjadi fenomena yang sangat lazim terjadi. “Kita lihat SDN Mekarwangi di Kampung Mekarwangi Desa Mandalahurip Kecamatan Jatiwaras yang lenyap perhatian dari pemerintah. Adapula bangunan ruang sekolah di Kecamatan Cipatujah seperti kandang ayam,” terang Doni.

“Pertanyaannya, dimana Pemkab selama ini dengan terus membiarkan kejadian tersebut?. Kami dari PMII sangat mengutuk keras pemerintah, jika kejadian ini dibiarkan terus berlarut-larut. Pasalnya, dunia pendidikan sangat membutuhkan kepedulian dari semua pihak yang bertanggung jawab,” sambung Ia. Untuk itu, pihaknya berharap pemerintah segera membereskannya agar para generasi penerus bangsa ini tidak sampai putus sekolah gara-gara tidak terfasilitasi dengan benar. Sopyan

Related posts