Tarlan Bilang Penataan Ekonomi di Tasik Butuh Lahan Baru

 2,178 total views

Ir. H. Tarlan / Sopyan

Kota, Wartatasik.com – Untuk mempertahankan eksistensi Kota Tasikmalaya sebagai kawasan sentral di wilayah Priangan Timur, pemerintah terus mendorong laju ekonomi di daerah. Nilai pertumbuhannya pun menjadi syarat mutlak. Dikatakan Plt Sekretaris Daerah H. Ivan Dicksan, salah satu cara yang bisa ditempuh guna mendorong hal itu dengan menyusun berbagai instrumen peraturan bisa yang memberikan kenyamanan bagi para investor.

Mengingat, keberadaan investor dipandangnya sebagai jalan keluar dari lesunya perkembangan perekonomian daerah. “Kita harus ramah terhadap investor dan membuat mereka nyaman. Kalau di Tasik iklim investasinya tidak kondusif, maka para investor akan menanamkan investasi di daerah lain. Bisa ke Ciamis, Banjar, Pangandaran, atau yang lainnya,” ujar Ivan, saat pembukaan acara Gathering Media di Hotel Horizon, Kamis (21/12/2017).

Menurutnya, status Kota Tasikmalaya sebagai kawasan pusat di Priangan Timur tidak hanya ditandai dengan tingkat pertumbuhan aktivitas ekonomi yang diklaim lebih bagus. Namun, keberadaan infrastruktur transportasi penunjang semacam Landasan Udara Wiriadinata dan rencana pembangunan Jalan Tol Cileunyi-Garut-Tasikmalaya juga menjadi unsur lain yang mengokohkan status itu.

Dengan demikian, tutur Ivan, pemerintah telah menyediakan sejumlah kawasan yang potensial untuk lahan penanaman modal. Kawasan-kawasan tersebut antara lain kawasan industri terpadu, pemukiman, agrobisnis, dan perdagangan jasa. “Seluruh rencana kawasan terpadu itu dituangkan dalam Peraturan Daerah tentang Rencana Detil Tata Ruang Kota Tasikmalaya 2016-2036 yang diresmikan 2016 lalu,” sebut Ia.

Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan Kota Tasikmalaya, Ir. H. Tarlan menuturkan, rencana penataan pusat-pusat perekonomian di Tasikmalaya membutuhkan pembukaan lahan baru. Kendati demikian, pihaknya menjamin pembukaan lahan sesuai RDTR tidak akan berdampak signifikan terhadap ketersediaan ruang hijau dan tanah pertanian.

“Kita juga sedang menyusun program Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Luasnya 1.002 hektar. Ini akan dibuatkan Perda dan kita juga merancang adanya pemberdayaan kolam-kolam yang masuk dalam bina kawasan,” tegasnya. Diungkapkan Tarlan, demi mewujudkan hal itu pihaknya akan mendesain sebuah kawasan kolam yang bisa diberdayakan untuk dijadikan sumber kehidupan masyarakat. “Nantinya akan ada pembibitan, tempat pengolahan pakan, pabrik, dan rumah makan yang menyediakan ikan. Jadi semuanya tertata,” tandasnya. Sopyan

Related posts