Tarlan: Pembangunan Perumahan Perlu Ditahan

 2,406 total views

H. Tarlan
H. Tarlan

Kota, Wartatasik.com – Pesatnya pembangunan komplek perumahan di Kota Tasikmalaya secara geografis telah mengurangi lahan perasawahan dan lahan kering. Menurut data dari Dinas Ciptakarya, Tata Ruang dan Kebersihan sampai sekarang ini jumlah pembangunan komplek perumahan sudah mencapai sekitar 250 komplek. Namun, dari jumlah tersebut baru 11 pengembang perumahan yang sudah melimpahkannya kepada pemerintah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tasikmalaya, H. Tarlan mengungkapkan, pembangunan perumahan harus disesuaikan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang berlaku. Karena, katanya, telah ditentukan zona wilayah atau ruang peruntukannya. “Hanya saja di RTRW kita, untuk kawasan pemukiman memang cukup luas. Oleh karena itu, tim perizinan berhak menolak izin para pemohon perumahan yang tidak sesuai, begitupun sebaliknya memberikan rekomendasi izin bagi yang sudah sesuai,” paparnya kepada Crew Media Online Wartatasik.com, Senin (12/10)

Ia menerangkan, pemangfaatan ruang harus sesuai dengan peruntukannya sebagaimana yang tertuang di dalam RTRW. “Barangkali yang harus kita pikirkan saat ini yakni jangan terlalu cepat melakukan perubahan atau mengalihfungsikan lahan sawah ke non sawah. Sebetulnya, sekarang ini kami sedang melakukan pengkajian di Dinas Pertanian mengenai lahan pertanian yang berkelanjutan. Tujuannya untuk menjaga lahan pertanian agar tidak terganggu,”  tambahnya.

Disinggung soal moratorium izin komplek perumahan, dengan tegas Ia menolaknya. Tarlan mengatakan dalam kondisi sekarang ini pemerintah sangat perlu melakukan penahanan pesatnya pembangunan komplek perumahan tapi bukan melalui pemberhentian sementara atau moratorium. “Karena selain program pemerintah pusat, keberadaan perumahan subsidi merupakan kebutuhan bagi masyarakat, “Backlog kita sendiri cukup besar mencapai 6000 unit. Jadi, masih cukup banyak keluarga-keluarga yang belum memiliki hunian dan kehadiran perumahan tentunya sangat dirasakan masyarakat yang menginginkan tempat huniannya,” pungkas Ia. Asron/Indra

 

 

Related posts

Leave a Comment