Tentara Ikut Nyalon, KSAD: Harus Berhenti atau Pensiun

 681 total views,  2 views today

Jenderal TNI Mulyono / net

Bandung, Wartatasik.com – Jelang pelaksanaan Pilkada serentak 2018, beberapa nama prajurit TNI dikabarkan maju bertarung. Komandan Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono mengingatkan kepada para tentara yang berambisi ikut perpolitikan tersebut agar mengikuti aturan yang berlaku.

“Mau bintang tiga atau kolonel kalau mau mencalonkan ada aturannya yang jelas. Harus diikuti. Harus berhenti atau pensiun. Selama dia masih tentara, tidak boleh,” tegasnya, usai membuka apel Dandim dan Danrem se-Indonesia di Secapa AD, Jalan Hegarmanah, Kota Bandung, Senin (27/11/2017).

Dirinya tidak mempermasalahkan adanya personel TNI yang mencalonkan diri menjadi kepala daerah dengan catatan mematuhi aturan yang sudah ditetapkan. “Untuk waktu tergantung mereka kapan mencalonkannya. Mereka yang tahu kapan harus berhenti. Tapi yang jelas, ketika masuk ke kancah politik harus berhenti atau pensiun terlebih dahulu,” ucap Ia.

[sc name=”iklanadsense2″]

Mulyono tidak khawatir kehilangan prajurit TNI berprestasi yang masuk kancah politik. Sebab, setiap tahunnya akan muncul perwira-perwira TNI terbaik. “Ya kan TNI selalu kaderisasi. Setiap generasi akan muncul orang yang hebat. Jadi kalau kita melepaskan personel yang dibutuhkan oleh bangsa dan negara, artinya untuk politik, di belakang kita masih banyak,” tuturnya.

“Ini tanggung jawab saya, kalau saya melepas bintang tiga, ke depan ada bintang tiga yang lebih bagus lagi. Tidak usah khawatir,” tambah Mulyono. Sekedar diketahui, bahwa saat ini santer dikabarkan Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi akan maju sebagai Gubernur di Sumatera Utara. Sebelum Edy, ada Agus Harimurti Yudhoyono yang menanggalkan status prajurit TNI untuk maju di Pilgub DKI Jakarta, beberapa waktu lalu. detik.com | wartatasik.com

Related posts