Tim Paslon No. 1 Kantongi Bukti Kasus Money Politic

 4,831 total views

Kevler Sianturi (Merah) dan Indra Sudrajat, SH / Asron
Kevler Sianturi (Merah) dan Indra Sudrajat, SH / Asron

Kota, Wartatasik.com – Tim Pemenangan Paslon Wali Kota-Wakil Wali Kota Tasikmalaya No. Urut 1 Dicky Chandranegara-Denny Romdoni, Selasa (14/02) tadi siang mendatangi Kantor Panwaslu Kota Tasikmalaya. Kedatangannya untuk melakukan konsultasi terkait adanya temuan kasus money politik yang terjadi belum lama ini di wilayah Kec. Cipedes Kota Tasikmalaya.

Melalui Kuasa Hukumnya Indra Sudrajat, SH mengatakan, alat bukti prakter money politic yang dilakukan oleh salah satu Paslon tersebut berupa amplop berisi uang sebesar Rp. 50 ribu + Alat Peraga Kampanye (APK) dan makanan sejenis Dodol. “Dugaan kasus ini kami dapat atas laporan dari warga. Kami datang kesini untuk berkonsultasi tentang prosedur penanganan kasus money politik ini,” ujarnya.

Kendati sudah memiliki bukti dan tidak menyebutkan dari Paslon mana, terang Indra, pihaknya tidak akan serta merta menindaklanjuti kasus pelanggaran tersebut dengan dalih demi menjaga konflik horizontal di tengah lingkungan masyarakat. “Kami lebih memilih menjaga kondusifitas keberlangsungan Pilkada ini. Karena, jika ditindaklanjut nantinya ditakutkan bakal menimbulkan konflik horizontal khususnya di lingkungan warga setempat,” tegasnya.

Padahal, lanjut Ia, berdasarkan fakta yang ada pergerakannya sangat masive. Selain telah mendapat bukti yang dikantonginya juga banyak mendengar informasi kasus serupa di hampir seluruh wilayah kecamatan. “Berdasarkan data, dugaan kasus ini terjadi pada Hari Sabtu kemarin. Untuk selanjutnya, kami hanya ingin pihak Panwas lebih meningkatkan pengawasan dan melakukan komunikasi dengan pihak-pihak Paslon agar tidak melakukan money politic,” paparnya.

Sementara, Pelindung Tim Pemenangan Paslon No. Urut 1 sekaligus Sekjen DPC PDIP Kota Tasikmalaya Kevler Sianturi mengungkapkan, bahwa dalam Pilkada Kota Tasikmalaya sekarang ini betul-betul sudah terjadi kasus money politic. “Kami punya bukti. Untuk itu kami datang kesini (Panwaslu) bersama warga dan saksi untuk konsultasi dan kami sudah mendapatkan penerangan. Yang jelas, kami ingin pihak Panwas lebih memperketat pengawasan sampai ke hari H pencoblosan,” ucap Ia.

Lalu, Ketua Panwaslu Kota Tasikmalaya Ede Supriadi mengatakan, pihaknya telah memaparkan semua tentang tahapan proses penanganan kasus terkait dan akan mengintruksikan kembali kepada seluruh anggotanya untuk meningkatkan kewaspadaan juga pengawasan di lapangan mengingat besarnya potensi pelanggaran yang terjadi. “Sampai saat ini belum ada laporan resmi dari pihak manapun. Tapi kami akan intruksikan semua anggota untuk lebih meningkatkan kewaspadaan,” tandasnya.

Laporan: Indra/Asron

Related posts