Tingkat Peredaran Narkoba di Kota Santri Memalukan

 1,619 total views

Kegiatan sosislisasi penyalahgunaan narkoba di Ruang Rapat Wakil Walikota Tasikmalaya, Sabtu (6/8). | Foto : Seda
Kegiatan sosislisasi penyalahgunaan narkoba di Ruang Rapat Wakil Walikota Tasikmalaya, Sabtu (6/8). | Foto : Seda

Kota, Wartatasik.com – Sabtu (6/8), digelar Kegiatan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Narkoba sesuai Undang-undang No. 35 tahun 2009 oleh Anggota Komisi III DPR RI H. Ahmad Zacky Siradj di aula Rapat Wakil Walikota Tasikmalaya. Acara dihadiri Anggota Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya H. Ate Tahyan dan Komisi IV H. Undang Syafrudin, Ketua Granat Kota Tasikmalaya, para pelajar tingkat SMA/Sederajat se-Kota Tasikmalaya serta tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan itu, Ahmad Zacky mengatakan bahwa tingkat peredaran narkoba dalam segi kehidupan cukup tinggi dan sangat memprihatinkan. ”Sosialisasi aturan ini untuk memberikan pemahaman dan gambaran serta dampak negatif atau bahaya menggunakan narkoba bagi kesehatan kepada anak-anak khususnya di kalangan pelajar sebagai generasi muda sebagai penerus masa depan,” jelasnya.

Ditambahkan Ia, kegiatan sosialisasi tersebut juga sebagai wujud untuk memberi pengetahuan serta pemahaman cara membatasi dan membentengi diri agar tidak terjerumus terhadap penyalahgunaan narkoba sehingga para pelajar harus mempunyai komitmen serta tekad yang kuat untuk melawannya.

Undang-undang narkoba, lanjut Ahmad, memiliki nilai yang sangat penting dalam membentuk generasi muda agar bisa membentengi dan mengarahkan para generasi muda untuk berbuat dan berprilaku yang baik, sehingga menjadi generasi yang dapat berguna bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. ”Saya berharap generasi muda dapat berperan aktif dalam melakukan pencegahan, pemberantasan dan peredaran tersembunyi narkoba di kalangan lingkungan sekolah maupun di lingkungan keluarga,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Tasikmalaya H. Dede Sudrajat yang juga selaku Ketua Badan Narkotika Nasional (BNNK) Kota Tasikmalaya mengatakan, peredaran narkoba berada di level mengkhawatirkan karena tingkat penggunanya terus mengalami peningkatan. “Berdasarkan hasil survei nasional, jumlah pengguna narkoba di Indonesia sampai November 2015 sudah mencapai 5,9 juta orang dari berbagai kalangan dan 1,7 jutanya adalah pengguna baru. Kalau dihitung secara ekonomi ini merugikan Negara sekitar Rp. 63 triliun lebih,”ungkap Dede.

Dengan demikian, pihaknya mengimbau kepada para generasi muda khususnya di kalangan pelajar agar dapat berperan aktif dalam mencegah atau membentengi peredaran bahaya narkoba. “Menurut data dari Polda Jabar, jumlah pengguna dan pemakai narkoba mencapai 850 ribu orang. Sementara, tingkat pengguna di Wilayah Kota Tasikmalaya menduduki posisi kedua di Jawa Barat. Ini sungguh memalukan, Kota Tasik yang dijuluki Kota Santri sangat bertolak belakang dengan kondisi peredaran narkoba. Ini musuh kemanusian, pencegahannya bukan hanya tanggung jawab BNNK saja, tapi merupakan tanggung jawab kita semua guna memerangi dan memutuskan rantai peredarannya,” tandas Ia. Seda

Related posts