Tutup Jalan Hazet, Warga Sebut Kegiatan TCF Semena-mena

 1,408 total views

Kegiatan Tasik Creative Festival | Seda
Kegiatan Tasik Creative Festival | Seda

Kota, Wartatasik.com – Penyelenggaraan even Tasik Creative Festival (TCF) di bilangan Jl. KHZ. Mustofa Kota Tasikmalaya yang digelar Bank Indonesia (BI) dikeluhkan warga sekitar. Pasalnya, pelaksanaan kegiatan tersebut telah menutup jalur jalan yang notabene sebagai urat nadi perekonomian masyarakat hingga melumpuhkan aktifitas usaha warga khususnya para pemilik toko. Berdasarkan pantauan Wartatasik.com, sebagian banyak warga dan para pedagang di lokasi itu menolak adanya even tersebut dan menganggap pihak penyelenggara telah berbuat semena-mena karena merasa tidak pernah diberitahu sebelumnya baik melalui kegiatan sosialisasi ataupun dialog, termasuk juga kepada aparat di lingkungan setempat.

Aa Sutisna
Aa Sutisna

Seperti halnya diungkapkan oleh Ketua RT 04 RW 10 Kel. Nagarawangi, Kec Cihideung Kota Tasikmalaya, Aa Sutisna, yang ikut kena dampak dari kegiatan itu. ”Kita disini bersama warga paling tertua memiliki toko merasa tidak dihargai karena sama sekali belum pernah diajak musyawarah dengan pihak BI ataupun penyelenggara bakal ada kegiatan TCF. Seharusnya dari jauh-jauh hari ada sosialisasi dulu kepada warga disini. Jangan ujug-ujug main pasang saja. Kalau sudah begini, mau berbuat apa lagi. Kita warga merasa ditodong,” tegas Ia, Selasa (4/10).

Sebetulnya,  Aa mengaku, tidak akan pernah mempermasalahkan kegiatan penyelenggaraan TCF jika prosesnya menempuh etika dan menerapkan sopan santun dengan mengajak warga bermusyawarah terlebih dulu. ”Saya hanya dikasih selebaran tiga hari sebelum jalan ditutup, terus diberi uang Rp.100 ribu, dan disuruh membagi-bagikan selebaran itu kepada warga. Ini sangat mendadak, sepertinya BI semena-mena, tanpa menempuh sosialisasi terlebih dahulu,” terangnya.

Hal senada dikatakan Ketua RT 01 RW 03 Entin yang merasa tidak pernah diajak duduk bersama untuk memusyawarahkan hal tersebut. ”Di RT 01 ini banyak warga kami yang buka usaha toko di jalan. Jadi banyak yang kena dampak dari kegiatann TCF tersebut, sehingga dengan ditutupnya akses jalan itu sangat mengganggu usaha warga kami dan waktu itu saya didatangi orang yang dikira dari pihak BI menyodorkan kertas sambil memberi uang Rp.100 ribu. Dia bilang semua warga sudah menyetujui acara TCF disini, saya seolah-olah ditodong, dipaksa untuk menandatangani,” ujarnya.

Laporan: Seda

Related posts