Acara Karnaval SLB se-Kota Tasikmalaya di Taman Kota, Rabu (30/08) / Indra

Kota, Wartatasik.com – Tak hadirnya Walikota Tasikmalaya H. Budi Budiman serta sejumlah unsur pejabat lainnya dalam kegiatan Karnaval SLB se-Kota Tasik menuai tanggapan miring dari banyak kalangan, khususnya dari para relawan disabilitas. Ketidakhadirannya tersebut menandakan kaum berkebutuhan khusus di Kota Tasikmalaya kurang diperhatikan.

Seperti halnya diungkapkan Sekjen Relawan Papangge (Relawan Disabilitas) Andi Lala, bahwa tingkat kepedulian pemerintah terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) selama ini kurang baik. “Pemerintah seakan memandang sebelah mata. Padahal, sesuai amanat Undang-undang semua manusia di Indonesia punya hak yang sama. Hak untuk hidup juga mendapat pelayanan dan perhatian,” tegasnya, di lokasi kegiatan, Rabu (30/08).

Disamping itu, lanjut Andi, ketidakhadiran walikota berikut wakil walikota terpilih H. M. Yusuf dalam kegiatan karnaval sangat ironis dengan kedudukannya yang telah diangkat sebagai Bapak Disabilitas, termasuk pihak terkait lainnya seperti Dinas Pendidikan, Disbudparpora, Dishub dan Dinas Pol PP yang telah diundang oleh panitia penyelenggara.

“Relawan sangat prihatin, semua unsur yang diundang tidak hadir dan hanya mendelegasikan Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Daerah yang sama sekali tidak ada korelasinya atau tidak nyambung. Setahu Saya anggaran disabilitas cukup besar. Tapi, kenapa mereka tidak mau hadir?. Apakah merasa geli. Harusnya urusan disabilitas diprioritaskan,” imbuhnya.

Andi menuturkan, sejatinya pemerintah lebih memperhatikan para disabilitas mulai dari segi pendidikan juga pendampingan keahlian dan siap menerima serta mempersiapkan lapangan kerja khusus bagi orang berkebutuhan khusus. Karena, ujar Ia, sekarang ini banyak disabilitas yang punya potensi maupun prestasi yang telah mengharumkan nama baik daerah. “Tapi sementara perhatian yang dirasakan sangat minim. Ini ironis sekali,” tandasnya. Asron/Indra

Facebook Comments
BAGIKAN