Tingkatkan Motivasi, Dinkes Gelar Lomba Kader Posyandu

 1,741 total views

Peserta lomba kader Posyandu tingkat Kota Tasikmalaya tahun 2017 tengah melaksanakan tes tulis / Indra

Kota, Wartatasik.com Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya menggelar Lomba Kader Posyandu tingkat kota di Aula RSIA Bunda Aisyah, Kamis (16/10/2017). Peserta diikuti oleh 30 orang kader dari seluruh kecamatan yang ada di Kota Tasikmalaya. Dari hasil penilaian, juara kader terbaik untuk tahun ini diraih Ibu Rina dari Kecamatan Indihiang, yang nantinya akan maju mewakili Kota Tasik di tingkat Provinsi Jawa Barat.

Sementara, saat membuka acara, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit  Didin Fitriyadi, M.Si, M.Kes menyampaikan, bahwa masalah kesehatan yang ada saat ini termasuk timbulnya kejadian luar biasa ( KLB) yang dipengaruhi oleh perilaku masyarakat. Seperti KLB diare. Penyebab utamanya adalah rendahnya perilaku masyarakat untuk mencuci tangan dengan memakai sabun, minum air yang tidak dimasak, buang air besar tidak di jamban dan persalinan yang tidak ditolong oleh petugas kesehatan sehingga menyebabkan tingginya angka kematian ibu dan anak.

[sc name=”iklanadsense2″]

Masih banyak lagi perilaku masyarakat yang menyebabkan terjadinya KLB Polio, KLB Flu Burung, meningkatnya jumlah penderita infeksi menular seksual/ HIV/AIDS. “Disamping perilaku masyarakat yang menyebabkan meningkatnya kasus penyakit menular, juga masih banyak lagi perilaku yang menyebabkan meningkatnya jumlah penderita penyakit degeneratif atau penyakit tidak menular,” tambahnya.

Misal, lanjut Didin, penyakit jantung, kanker, diabetes mellitus, paru-paru  dan lain sebagainya. Hal ini disebabkan oleh perilaku masyarakat yang tidak menerapkan gaya hidup sehat yaitu tidak merokok, makan dengan menu seimbang, tinggi serat rendah lemak serta melakukan aktifitas fisik setiap hari. “Dengan demikian, perilaku masyarakat merupakan faktor utama yang menyebabkan masalah kesehatan. Oleh sebab itu upaya untuk pemberdayaan masyarakat agar mampu berperilaku hidup bersih dan sehat menjadi prioritas,” katanya.

Didin memaparkan, mencermati situasi dan kondisi perekonomian yang dihadapi bangsa Indonesia dewasa ini secara nyata telah berimplikasi sedemikian luas termasuk pengaruhnya terhadap status gizi dan derajat kesehatan masyarakat pada umumnya dan kesehatan ibu serta anak, khususnya. Bilamana hal tersebut tidak segera ditanggulangi, sambung Ia, maka dapat mempengaruhi kualitas generasi penerus bangsa di masa mendatang. “Oleh karena itu, peranan kader sangat vital dalam membantu pemerintah dan masyarakat dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Untuk itu, ditegaskan Didin, melalui lomba kader Posyandu diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan semangat kebersamaan kader dalam mendukung program pemerintah demi meningkatnya kesejahteraan rakyat terutama kelompok rentan yaitu perempuan dan anak-anak. Indra

Related posts