Dedi Mulyadi | Dok. Net

Bandung, Wartatasik.com – PDIP Jabar memberikan sinyal positif terkait peluang mendukung Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar 2018. Peluang itu muncul lantaran posisi Dedi Mulyadi di Golkar sebagai salah satu bakal calon gubernur tak jelas. Dedi Mulyadi menyambut baik sinyal positif yang diberikan partai berlambang banteng moncong putih itu. Bupati Purwakarta ini berharap peluang itu bisa terwujud dalam sebuah dukungan resmi dalam waktu dekat.

“Terima kasih kepada PDIP yang memberikan apreasisi bagi saya untuk memberikan kontribusi perkembangan demokrasi di Jabar. Mudah-mudahan ruang itu bisa segera terwujud,” kata Dedi saat dihubungi via telepon genggam, Senin (25/9/2017). Ia mengatakan sudah sejak lama intens berkomunikasi dengan DPD PDIP Jabar sebagai Ketua DPD Golkar Jabar. Buah komunikasi yang dilakukannya selama ini, kedua partai sepakat bekerjasama dalam pilkada serentak di 16 kabupaten dan kota.

[sc name=”iklanadsense2″]

Dia menuturkan namun kerjasama yang terjalin belum sampai tahap pilkada di kabupaten dan kota di Jabar. Sehingga, sambung dia, peluang PDIP dengan Golkar untuk bersama di Pilgub Jabar masih sangat cair. “PDIP – Golkar sejak sekarang sudah jalan (kerjasama). PDIP kan opsinya dua, ada bersama (Golkar), ada sendiri (mengusung). Yang baru berjalan sekarang bersama (koalisi),” jelas dia.

Dedi mengaku belum bisa mengambil keputusan apabila PDIP serius meminangnya sebagai bakal calon gubernur Jabar. Termasuk ‘hengkang’ dari Golkar dan maju di Pilgub Jabar menggunakan kendaraan politik lain. “Jangan dulu berandai-andai, nanti lihat dulu perkembangan di Golkar. Jadi keputusan saya nunggu Golkar dulu seperti apa,” kata Dedi. Sebelumnya, Sekertaris DPD PDIP Jabar Abdy Yuhana menilai Dedi Mulyadi cukup potensial sebagai balon gubernur Jabar. Pasalnya, Bupati Purwakarta itu sudah cukup lama bersosialisasi kepada masyarakat.

“Kang Dedi ketua partai, dia punya mesin partai yang efektif di Jabar, pemenang pemilu kedua setelah PDIP, kemudian dia sudah niat maju dan sudah sosialisasi 3 tahun. Saya kira itu nilai lebihnya,” ungkap Abdy. Nasib Dedi Mulyadi di Pilgub Jabar ‘terancam’ setelah muncul surat dukungan Setya Novanto kepada Ridwan Kamil, meski belakangan dibantah Golkar. Namun, sinyal dukungan Golkar kepada Wali Kota Bandung itu sudah berhembus kencang. detik.com | Wartatasik.com