Para Tokoh di Jabar Bersatu Minta Kapolri Batalkan Mutasi Irjen. Pol. Anton Charliyan

 858 total views

Adang Mulyadi / Dok

Regional, Wartatasik.com – Pimpinan tertinggi Polri Jendral Tito Karnavian yang melakukan penyegaran di tubuh institusi kepolisian dengan menggeser beberapa perwira tinggi kepolisian mendapat tanggapan dari beberapa tokoh di Jawa Barat.

Hal itu terkait dengan mutasi salah seorang perwira tinggi di kepolisian Jawa Barat yakni Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan, menurut para tokoh yang keberatan dengan hal itu, saat ini Jawa Barat terindikasi menjadi salah satu kantong berkembangnya embrio paham Radikalisme dan Terorisme. Untuk itu para tokoh di daerah tersebut, baik tokoh agama, tokoh pemuda dan beberapa LSM dan Ormas menganggap,

Irjen Pol Anton Charliyan adalah sosok pemimpin Polda Jawa Barat yang tepat dalam menyikapi indikasi adanya gerakan paham radikalisme dan terorisme di Jawa Barat. Hal itu terlihat dari beberapa program yang di terapkan Anton Charliyan dalam memerangi gerakan gerakan tersebut.

Diantaranya, dalam dua bulan terakhir yakni pada bulan Juli dan Agustus, mantan Kapolda Sulsel itu merangkul semua elemen masyarakat di Jawa Barat baik tokoh agama, tokoh pemuda, LSM, Ormas, para rektor, dekan, dosen dan mahasiswa tak ketinggalan para pelajar untuk bersama sama memerangi gerakan radikalisme.

Program tersebut salah satunya tertuang dalam bentuk “SAWALA KEBANGSAAN INDONESIAN NATIONAL SPIRIT DI TATAR SUNDA”, Dimana setiap Ormas, LSM, tokoh agama, adat dan budaya, di berikan ruang untuk bersama sama melakukan sawala kebangsaan selama tiga hari berturut turut, mereka di tempah dan di gembleng dengan berbagai pengetahuan tentang bagaimana memerangi gerakan gerakan radikalisme.

Program lainnya dalam memerangi Radikalisme, Jendral Bintang dua itu terus blusukan ke seluruh wilayah Jawa Barat dalam rangka kunjungan kerja sembari bersilaturahmi ke pondok pesantren bertatap muka dengan unsur Forkopimda, para tokoh agama, Ormas dan LSM di setiap daerah, mengajak untuk bersama sama melawan gerakan radikalisme.

[sc name=”iklanadsense2″]

Anton juga merupakan seorang Jendral berbintang dua yang pertama kali menginjakkan kaki ke beberapa Mako Kodim daerah di Jawa Barat, Anton Charliyan Bersilaturahmi ke Mako Kodim mengajak, merangkul dan menyatukan kedua institusi Polri dan TNI agar senantiasa bersinergi, bahu membahu, menjaga NKRI dari perpecahan.

Untuk hal tersebut, para tokoh di Jawa Barat, Diantaranya, Khadim Majlis Al ‘Arifiyah Wal Muhibbiin – Pesantren Suryamedar Bandung, R. Mohamad Arif Nujaba, Ketua Paguron Seni Budaya Pencak Silat SETIA MEDAL DOMAS, Ust. Asep Rahmat, Ketua LBH Marhaenis Bersatu, Fidelis Gaiwa, Paguron Seni Budaya Pencak Silat Buana Medal C,akti dan beberapa tokoh lainnya, berharap kepada Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo dan kepala kepolisian Republik Indonesia Jendral Tito Karnavian agar kiranya bisa mengevaluasi kembali penyegaran yang di lakukan khusus Kapolda Jawa Barat.

“Kami sangat berharap agar pimpinan tertinggi Polri Jendral Tito Karnavian dan Presiden Joko Widodo bisa mengembalikan dan mengevaluasi kembali surat keputusan Mutasi Pak Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Anton Charliyan agar Kapolda tetap memimpin Polda Jawa Barat” Sebut Khadim Majlis Al ‘Arifiyah Wal Muhibbiin – Pesantren Suryamedar Bandung, R. Mohamad Arif Nujaba, yang di aminkan oleh para tokoh lainnya, Sabtu (02/09) kemarin.

Di Kota Tasikmalaya sendiri, pernyataan sikap perihal mutasi ‘Abah’ Anton Charliyan terlontar dari berbagai tokoh agama, tokoh masyarakat, Ormas, LSM, organisasi kepemudaan dan lainnya. Diantaranya Ketua KNPI Kota Tasikmalaya Ahmad Junaedi, Ketua Paguron Buana Medal C,Akti Dede Sukmajaya, Ketua LSM SWAP Adang Mulyadi, Ustad Maman, Ustad Aminudin, dan lainnnya menyatakan hal yang sama agar Kapolri membatalkan mutasi tersebut. Dok | wartatasik.com

Related posts