Tatang Pahat: Komite Kebudayaan Bukan Pembalikan Konsep, Melainkan Instrumen Pemajuan

Kota, Wartatasik.com – Kritik terhadap pembentukan Komite Kebudayaan oleh DKKT patut dihargai sebagai bagian dari dinamika demokrasi kebudayaan. Namun kritik tersebut perlu ditempatkan secara proporsional agar tidak menimbulkan kesimpulan keliru, seolah DKKT telah membalik konsep kebudayaan atau menegaskan peran komunitas budaya yang telah lama hidup di Kota Tasikmalaya. Praktisi dan Pemerhati Seni dan Budaya Kota Tasikmalaya, Tatang Pahat, mengatakan bahwa kritik tersebut tidak berada di tempat yang proporsional. Pertama, lanjutnya, DKKT tidak pernah memposisikan kesenian sebagai induk kebudayaan, apalagi mengklaim otoritas tunggal atas kebudayaan daerah. “Pembentukan Komite Kebudayaan dimaksudkan sebagai…