OJK Tasikmalaya Sebut Sektor Jasa Keuangan di Wilayahnya Stabil dan Terjaga

Foto: dok OJK

Tasikmalaya, 21 Mei 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya menyampaikan bahwa kondisi Industri Jasa Keuangan (IJK) di wilayah Tasikmalaya hingga Maret 2026 tetap terjaga stabil di tengah kinerja perekonomian nasional yang tumbuh positif.

Perkembangan Sektor Perbankan

Kinerja Perbankan di Priangan Timur menunjukkan tren yang tetap positif. Hal ini tercermin pada posisi Maret 2026 adanya pertumbuhan aset sebesar 3,78 persen (yoy) mencapai Rp3,27 triliun, peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 6,91 persen (yoy) mencapai Rp2,37 triliun, serta pertumbuhan kredit sebesar 1,89 persen (yoy) mencapai Rp1,06 triliun. Fungsi intermediasi tetap berjalan secara berkelanjutan dengan tingkat Non Performing Loan (NPL) yang masih terjaga dalam batas terkendali.

Berdasarkan jenis penggunaannya, kredit investasi meningkat sebesar 14,96 persen (yoy), diikuti kredit konsumsi meningkat 5,35 persen (yoy), namun kedit modal modal kerja terkontraksi sebesar 7,41 persen (yoy). Peningkatan pembiayaan investasi tersebut terutama didorong oleh membaiknya optimisme pelaku usaha sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang relatif terjaga pada awal tahun 2026. Peningkatan investasi, baik di tingkat regional Jawa Barat dan Priangan Timur khususnya, mendorong permintaan terhadap pembiayaan jangka panjang, khususnya untuk pengadaan barang modal dan pengembangan kapasitas usaha.

Berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran kredit terbesar ke sektor rumah tangga 44,67 persen, diikuti oleh kredit kepada pedagang besar dan eceran sebesar 23,71 persen, kredit kepada bukan lapangan usaha lainnya sebesar 8,55 persen, kredit kepada pertanian kehutanan dan perikanan sebesar 6,17% dan kredit kepada pengolahan sebesar 5,85 persen.

Sementara itu untuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Priangan Timur pada posisi Maret 2026, tercatat sebesar Rp9,43 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 11.670 debitur, Kabupaten Garut menjadi daerah dengan penyaluran terbesar, yakni Rp541 miliar (9.759 debitur) diikuti Kabupaten Tasikmalaya Rp430 miliar (8.097 debitur), Kabupaten Sumedang Rp324 miliar (5.883 debitur), Kabupaten Ciamis Rp321 miliar (5.684 debitur), Kota Tasikmalaya Rp202 miliar (2.756 debitur), Kabupaten Pangandaran Rp94 miliar (1.840 debitur) dan Kota Banjar Rp43 miliar (711 debitur).

Sektor dominan penerima KUR adalah sektor perdagangan besar dan eceran mencapai Rp670,41 miliar diikuti oleh pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar Rp481,38 miliar dan sector real estate usaha persewaan dan jasa perusahaan mencapai sebesar Rp393,03 miliar.

Perkembangan Pasar Modal

Posisi akhir Maret 2026 dari sisi pasar modal, Priangan Timur masih menunjukkan potensi pertumbuhan basis investor. Jumlah Single Investor Identification (SID) saham tercatat sebanyak 227.013 atau tumbuh 36,55 persen (yoy), SID reksa dana mencapai 676.246 atau tumbuh 76,00 persen (yoy). serta SID Surat Berharga Negara (SBN) tumbuh sebesar 29,63 persen (yoy) menjadi 17.327 SID.

Seiring dengan peningkatan jumlah investor, nilai transaksi saham di Priangan Timur tercatat Rp1.402,82 miliar atau tumbuh signifikan sebesar 124,83 persen (yoy).

Perkembangan Kinerja IKNB

Hingga akhir Maret 2026 kinerja IKNB menunjukan pertumbuhan positif. Pergadaian menjadi alternatif sumber pendanaan yang diminati masyarakat di Priangan Timur tercermin dari Outstanding pembiayaan pergadaian meningkat signifikan sebesar 24,57 persen (yoy) menjadi 6,62 miliar. Outstanding pembiayaan perusahaan modal ventura meningkat sebesar 7,89 persen (yoy) menjadi Rp505,32 miliar serta outstanding pembiayaan perusahaan pembiayaan meningkat 4,71 persen (yoy) menjadi Rp5,29 triliun.

Perkembangan Edukasi dan Pelindungan Konsumen

Sepanjang triwulan I tahun 2026, OJK Tasikmalaya telah melaksankan 20 kegiatan edukasi keuangan dengan total 10.991 peserta, yang mencakup segemen masyarakat umum, pelajar/mahasiswa, perempuan/Ibu Rumah Tangga dan profesional serta disabilitas. Selain itu di tahun ini, OJK Tasikmalaya mengoptimalkan kegiatan edukasi keuangan yang memberikan dampak multiplier effect antara lain kegiatan Training of Trainers Kepada Penyuluh Agama di Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis serta kolaborasi edukasi keuangan generasi muda bersama Paguyuban Mojang Jajaka Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tasikmalaya.

Di sisi pelindungan konsumen sebanyak 494 pengaduan masyarakat di sektor jasa keuangan telah ditindaklanjuti dengan tingkat penyelesaian mencapai 96,76 persen. Selain itu, layanan Sistem Informasi Keuangan (SLIK) OJK mencatat penyelesaian 2.921 permintaan yang terdiri atas 1.826 permintaan secara langsung (walk in) dan 1.095 permintaan secara daring.

OJK Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan kualitas tata kelola, manajemen risiko, serta pemanfaatan inovasi dan digitalisasi sektor jasa Keuangan guna memperluas akses keuangan dan meningkatkan literasi masyarakat, sehingga sektor jasa keuangan di Priangan Timur semakin solid, adaptif, dan berdaya saing. Asron

Berita Terkait