
Tingkatkan Kualitas Pembelajaran Melalui Pemanfaatan Augmented Reality, Tim Pengabdian UNSIL Gelar Pelatihan Bersama Guru SMAN 1 Cigalontang
Referensi – Dalam upaya mendorong inovasi dan peningkatan kualitas pembelajaran di era digital, Tim Pengabdian Universitas Siliwangi (UNSIL) menyelenggarakan pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) menggunakan platform Assemblr Edu. Kegiatan yang ditujukan untuk penguatan literasi digital ini dilaksanakan di SMAN 1 Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, pada Rabu (8/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para guru dengan keterampilan dan wawasan dalam memanfaatkan teknologi mutakhir. Melalui media AR, guru diharapkan dapat mengembangkan materi pembelajaran yang lebih interaktif, kontekstual, serta relevan dengan perkembangan zaman demi mempermudah pemahaman siswa.
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Universitas Siliwangi ini diketuai oleh Laely Armiyati, M.Pd., dengan beranggotakan Miftahul Habib Fachrurozi, M.Pd., Ernita Susanti, MPd., Dha Widhi Witir, M.Pd., Rofiatul Azizah, M.Pd., dan Irfal Mujaffar, M.Hum. Agenda ini dibuka secara resmi dengan sambutan dari Ketua Tim Pengabdian UNSIL, Laely Armiyati, serta Kepala Sekolah SMAN 1 Cigalontang, Ari Wawan Darmawan, M.Pd.
Seperti halnya pelatihan profesional, kegiatan ini dirancang secara komprehensif dalam dua sesi utama, yaitu penyampaian materi dan praktik langsung (workshop).
Sesi pertama diawali dengan pematerian dari Miftahul Habib Fachrurozi, M.Pd., Dosen Pendidikan Sejarah Unsil, yang mengupas tentang urgensi dan peran AR dalam pembelajaran. Pematerian kemudian dilanjutkan oleh Ernita Susanti, M.Pd., Dosen Pendidikan Fisika Unsil, yang memberikan demonstrasi AR dalam pembelajaran untuk memperlihatkan visualisasi konkret objek digital di dalam kelas, khususnya untuk rumpun Mata Pelajaran IPA. Sebagai penutup sesi pertama, Dha Widhi Witir, M.Pd., memaparkan materi teknis mengenai langkah-langkah pembuatan AR dengan Assemblr Edu.
Memasuki sesi kedua, suasana pelatihan menjadi lebih dinamis saat para peserta memasuki agenda workshop. Para guru dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mempraktikkan langsung pembuatan dan penggunaan media pembelajaran berbasis AR melalui platform Assemblr Edu. Setiap kelompok kemudian mempresentasikan hasil karya media interaktif yang telah mereka rancang. Para peserta tampak sangat antusias dan bersemangat selama menyimak paparan serta saat mencoba menyusun objek visual 3D mereka sendiri.
Kepala SMAN 1 Cigalontang, Ari Wawan Darmawan, M.Pd., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif dari sivitas akademika UNSIL tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi peningkatan kompetensi tenaga pendidik dalam menghadapi karakteristik generasi siswa hari ini. Menurutnya, siswa zaman sekarang merupakan digital natives yang sudah sangat akrab dengan teknologi visual, sehingga pendekatan pembelajaran di kelas pun dituntut untuk ikut bertransformasi.
Lebih lanjut, Ari menjelaskan bahwa kehadiran teknologi Augmented Reality (AR) mampu menjembatani kebutuhan gaya belajar generasi masa kini. Melalui platform Assemblr Edu, materi pelajaran yang semula bersifat abstrak kini dapat divisualisasikan secara nyata dan menarik. Hal tersebut dinilai sangat efektif untuk membangkitkan motivasi belajar siswa serta memastikan bahwa ekosistem pendidikan di SMAN 1 Cigalontang tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Tantangan teknis dalam penerapan media baru ini turut diungkapkan oleh salah satu peserta pelatihan, Ai Ida Suraya, M.Pd., yang merupakan guru Mata Pelajaran Pancasila. Ia menjelaskan bahwa akses terhadap aset digital di platform Assemblr Edu saat ini masih cukup terbatas bagi pengguna versi gratis, terutama jika guru ingin membuat media berbasis 3D yang mengharuskan penggunaan akun pro, sehingga hal tersebut menjadi hambatan tersendiri dalam proses pembuatan materi.
Meski demikian, Bu Ai mengaku sangat terkesan dengan pelatihan ini dan menyatakan bahwa mempelajari teknologi terapan seperti AR merupakan upaya krusial yang harus dilakukan oleh para guru agar proses pembelajaran di kelas tetap relevan di era digitalisasi sekarang.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata dari komitmen Tim Pengabdian Universitas Siliwangi dalam memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat luas, khususnya di lini pendidikan. Melalui penguatan literasi digital ini, proses pembelajaran di SMAN 1 Cigalontang diharapkan dapat tampil lebih inovatif, adaptif, dan mampu melahirkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan. | Penulis: Irfal Mujaffar, M.Hum
