
Pasuruan, Wartatasik.com – Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Koordinator Wilayah Jawa Timur melibatkan enam perguruan tinggi dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif Tematik Komunikasi Pariwisata di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
Program yang berlangsung pada 17 Juli–17 Agustus 2026 itu menempatkan 34 mahasiswa di Desa Podokoyo dan Desa Ngadiwono untuk mengembangkan program komunikasi yang mendukung sektor pariwisata dan pemberdayaan masyarakat.
KKN kolaboratif tersebut diikuti oleh Universitas Yudharta Pasuruan, Universitas Darussalam Gontor, STIKOSA Surabaya, Universitas Islam Balitar Blitar, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, dan Universitas Trunojoyo Madura.
Berbeda dengan pelaksanaan KKN yang umumnya dilakukan masing-masing perguruan tinggi, program ini menggabungkan sumber daya lintas kampus dengan fokus pada satu tema, yakni komunikasi pariwisata.
Selama satu bulan, mahasiswa akan menyusun dan menjalankan program yang berkaitan dengan penguatan identitas destinasi, promosi digital, pengembangan media komunikasi desa, literasi digital, serta pendampingan masyarakat dalam memanfaatkan media komunikasi untuk mendukung aktivitas pariwisata.
Pendekatan tersebut dipilih karena tantangan pengembangan destinasi wisata tidak hanya terletak pada potensi alam, tetapi juga pada kemampuan mengelola informasi dan membangun citra destinasi secara berkelanjutan.
Pembukaan KKN berlangsung di Pendopo Kecamatan Tosari dan dihadiri unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dosen pembimbing, ketua program studi dari perguruan tinggi peserta, serta mahasiswa.
Camat Tosari, Bakhtiar Prihatin Bachri, mengatakan wilayahnya memiliki kekayaan alam dan budaya yang dapat menjadi modal pengembangan pariwisata.
Menurutnya, potensi tersebut perlu didukung dengan strategi komunikasi yang mampu memperluas jangkauan promosi sekaligus memperkenalkan identitas budaya masyarakat Tengger kepada publik yang lebih luas.
“Harapannya mahasiswa tidak hanya belajar di masyarakat, tetapi juga menghasilkan program yang memberikan manfaat bagi desa,” ujarnya.
Ketua ASPIKOM Korwil Jawa Timur, Awang Dharmawan, menilai kolaborasi lintas perguruan tinggi memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan kompetensi ilmu komunikasi secara langsung dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Ia menyebut pengembangan pariwisata membutuhkan dukungan berbagai bidang komunikasi, mulai dari komunikasi pemasaran, digital branding, produksi konten, hingga pengelolaan media informasi.
“KKN ini menjadi ruang implementasi keilmuan. Mahasiswa tidak hanya datang menjalankan program kerja, tetapi diharapkan mampu menghasilkan solusi komunikasi yang relevan dengan kebutuhan desa,” katanya.
Selain pembukaan KKN, kegiatan juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara ASPIKOM Korwil Jawa Timur dan Pemerintah Kecamatan Tosari.
Kesepakatan tersebut menjadi dasar kerja sama selama tiga tahun dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk pengembangan kapasitas masyarakat melalui program komunikasi dan literasi digital.
Kerja sama tersebut menunjukkan bahwa KKN diposisikan sebagai tahap awal kolaborasi, bukan tujuan akhir. Setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian, ruang kerja sama masih terbuka melalui keterlibatan dosen, riset terapan, pelatihan masyarakat, hingga pendampingan komunikasi pariwisata yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Kecamatan Tosari.
Dengan pola tersebut, kontribusi perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan yang bersifat sementara, melainkan berkembang menjadi kemitraan yang berkelanjutan dalam mendukung pengembangan kawasan wisata berbasis potensi lokal. Red
Dokumentasi ASPIKOM Jatim Gelar KKN Kolaboratif di Bromo :



