
Kota, Wartatasik.com – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Makan Bergizi Gratis (MBG) Kota Tasikmalaya terus mendorong peningkatan standar keamanan pangan di setiap dapur penyedia.
Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh makanan yang disalurkan kepada masyarakat terjamin keamanannya dan mencapai target nol kasus gangguan kesehatan.
Ketua Satgas MBG Kota Tasikmalaya, Ade Hendar, menegaskan bahwa penerapan standar keamanan pangan bukanlah sebuah pilihan, melainkan kewajiban mutlak.
Karena itu, ia meminta pengelola dapur untuk selektif dalam memilih lembaga sertifikasi dan menghindari lembaga yang hanya menjual sertifikat HACCP atau ISO tanpa memberikan pelatihan nyata.
“Tidak hanya sekadar pelatihan, kami ingin memastikan fasilitas hingga keterampilan tenaga kerja memiliki standar yang jelas,” ujar Ade di sela-sela Training dan Sertifikasi Dapur MBG di Hotel Cordela Tasikmalaya, Sabtu (22/8/2026).
Pada kesempatan yang sama, narasumber pelatihan Lucky Permana menjelaskan bahwa materi edukasi diberikan secara menyeluruh dari hulu ke hilir.
Mulai dari penyeleksian bahan baku, pemrosesan, tata letak bangunan dapur, kontrol suhu ruangan, hingga alur distribusi ke penerima manfaat.
“Dapur wajib memiliki sertifikasi HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point). Detailnya sangat banyak, termasuk tata letak fasilitas agar meminimalisasi kontaminasi bakteri, hingga batas waktu konsumsi yang aman saat makanan sampai di tangan penerima,” jelas Lucky.
Ia menekankan, seluruh poin tersebut harus diterapkan secara konsisten agar sertifikat HACCP dan ISO 22000 yang didapat benar-benar valid.
Sementara itu, perwakilan Bidang Program Satgas MBG Kota Tasikmalaya, Deni Diyana, menyebutkan kegiatan ini diikuti oleh 12 pengelola dapur se-Priangan Timur, yang terdiri dari:
- Kota Tasikmalaya: 2 pengelola
- Kabupaten Tasikmalaya: 7 pengelola
- Kabupaten Pangandaran: 2 pengelola
- Kabupaten Ciamis: 1 pengelola
“Semua instruktur berasal dari lembaga yang tersertifikasi dan terakreditasi resmi. Ini adalah bentuk ikhtiar nyata kami agar makanan yang diterima masyarakat tidak hanya bergizi, tetapi juga aman dan berkualitas,” pungkas Deni. Asron
