Lewat Dana Aspirasi, LKP Anugerah Gandeng Disdik Gelar Pelatihan Olah Serbuk Jahe Merah dan Kunyit

Lewat Dana Aspirasi, LKP Anugerah Gandeng Disdik Gelar Pelatihan Olah Serbuk Jahe Merah dan Kunyit | Asron

Kota, Wartatasik.com – Guna memicu kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kesehatan keluarga, LKP Bimbel Anugerah yang berlokasi di Jl. Paseh Gn. Ceuri No. 132, Kota Tasikmalaya, menggelar Pelatihan Pembuatan Olahan Jahe Merah dan Kunyit Instan, Kamis (10/09/2026).

Kegiatan yang digagas atas kerja sama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tasikmalaya ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu.

Tampak puluhan peserta yang didominasi oleh kaum ibu-ibu menyambut dan mengikuti pembukaan pelatihan dengan sangat antusias.

Kepala Bidang PAUD PNF Disdik Kota Tasikmalaya, Yogi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan berharap para peserta dapat menyerap seluruh ilmu yang diberikan oleh para instruktur.

“Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya. Pembuatan olahan jahe merah dan kunyit instan ini tidak hanya menjadi modal untuk mendongkrak perekonomian keluarga di tengah keterbatasan kondisi fiskal Kota Tasikmalaya, tetapi juga sekaligus turut menjaga kesehatan masyarakat,” ujar Yogi.

Yogi menambahkan, program kecakapan keterampilan ini juga hadir selaras dengan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program prioritas Pemkot Tasikmalaya, seperti Tasik Pintar dan Pelak.

“Pelatihan ini merupakan wujud nyata dari perwujudan aspirasi masyarakat yang disalurkan melalui DPRD. Selain olahan rempah instan, ke depan juga ada usulan program pelatihan keterampilan lain yang langsung menyentuh kebutuhan warga, seperti tata boga hingga tata rias,” tambahnya.

Sementara itu, Penasihat Yayasan LKP Bimbel Anugerah sekaligus Instruktur Pelatihan, Sugih, menjelaskan bahwa seluruh peserta akan dibekali teori hingga praktik langsung pembuatan serbuk instan siap saji dengan memanfaatkan bahan-bahan alami lokal.

“Peserta kita ajarkan langkah demi langkah, mulai dari pemilihan bahan baku berkualitas seperti jahe merah, kunyit, gula merah, hingga kapol, proses pengolahan higienis, hingga teknik pengemasan produk. Harapannya, setelah lulus pelatihan ini peserta bisa langsung memproduksi dan memasarkan sendiri produknya untuk menyokong pendapatan keluarga,” jelas Sugih.

Kendati demikian, Sugih tak menampik masih adanya tantangan di sektor legalitas usahawan mikro. Terutama terkait izin Industri Rumah Tangga (PIRT) yang sempat terbentur aturan batas pencantuman klaim khasiat herbal pada kemasan, serta perizinan BPOM yang membutuhkan standardisasi ruang produksi khusus.

“Untuk saat ini, strategi pemasaran kita dorong melalui keuletan dan kreativitas marketing mandiri dari masing-masing peserta. Yang terpenting, kualitas produk terjaga dan manfaat kesehatan dari jahe merah ini sudah sangat dirasakan oleh masyarakat luas,” terangnya.

Dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan ini datang dari pihak legislatif. Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi, mengaku bangga melihat semangat para ibu-ibu yang hadir memadati tempat pelatihan.

Kepler menegaskan, program penguatan kapasitas masyarakat ini dialokasikan melalui Dana Aspirasi (Pokir) anggota DPRD guna menjawab kebutuhan riil masyarakat di tingkat bawah.

Pihaknya sangat mengapresiasi antusiasme warga, khususnya kaum ibu-ibu yang begitu bersemangat dalam mengikuti pelatihan ini.

“Kami di DPRD mengarahkan dana aspirasi ini tiada lain agar menyentuh langsung pemberdayaan masyarakat. Diharapkan seluruh proses pelatihan diikuti sampai selesai agar keterampilan yang didapat benar-benar menjadi modal usaha yang menopang ekonomi keluarga,” pungkas Kepler. Asron

Berita Terkait