
Tiga Elemen Bersatu di Bungursari: Hadapi Tantangan Ekonomi, Stunting, Hingga Isu Geng Motor..
Kota, Wartatasik.com – Kegiatan “Peningkatan Kapasitas Lembaga Kemasyarakatan” yang berlangsung di Aula Kecamatan Bungursari, Rabu (9/9/2026), menjadi wadah titik temu bagi tiga pilar penting: legislatif, eksekutif, dan elemen pemuda.
Ketiganya bersepakat bahwa fokus utama saat ini bukan lagi pertarungan fisik, melainkan penguatan ekonomi, keakuratan data, serta keamanan lingkungan.
Inisiator kegiatan yang juga Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Fraksi PDI Perjuangan, Kepler Sianturi, menegaskan pentingnya memaknai ulang konsep bela negara agar relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
“Bela negara hari ini harus relevan. Bagaimana bisa bicara bela negara kalau mencari sesuap nasi saja susah? Di sinilah bela negara yang sesungguhnya,” ujar Kepler.
Kepler menyoroti tiga pilar utama, yakni kejujuran dalam berusaha, penguatan UMKM, dan ketahanan warga dari ancaman hoaks. Sebagai bentuk aksi nyata, ia sebelumnya telah menggelar pelatihan vokasi untuk 120 peserta yang mencakup 8 jenis keterampilan.
Dari sisi eksekutif, Camat Bungursari Sodik Sunandi memaparkan kondisi fiskal daerah yang sedang mengalami pengetatan anggaran hingga pemangkasan. Meski TPP pegawai dipotong 30 persen, ia memastikan pelayanan publik dan program kemasyarakatan tetap berjalan.
Bungursari bahkan mencatatkan prestasi lewat penurunan angka stunting secara signifikan, dari 24% pada 2022 menjadi 10,35%. Penurunan ini dicapai berkat gotong royong Karang Taruna, kader kesehatan, RT/RW, Babinsa, hingga Bhabinkamtibmas.
Berbagai inovasi mandiri seperti program “Tasik Gemas” dan wacana Sekolah Rakyat senilai Rp300 miliar lebih juga terus didorong untuk menekan kemiskinan.

Sementara itu, Sekretaris Umum IKA PMII, Myftah Farid, menyoroti ancaman sosial yang membayangi pemuda, mulai dari maraknya geng motor, inflasi, hingga dampak musim kemarau.
Mengingat pendekatan yang ada masih cenderung kasuistis, Miftah memberikan tiga rekomendasi langkah preventif, Pemetaan kendaraan tidak standar dan edukasi langsung di sekolah, Menyambungkan data razia kepolisian dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial, Mendorong peran aktif lintas sektor dalam menjaga lingkungan dan mendampingi UMKM.
Pertemuan ini ditutup dengan kesepakatan bersama bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh memadamkan semangat pelayanan. Aspirasi pemuda siap dituangkan dalam Musrenbang mendatang demi mewujudkan pelayanan masyarakat yang jauh lebih kuat. Asron
