
Kisah Pilu Siti Nuraenun di Bungursari: Berjuang Lawan Sakit Tanpa Perhatian, Pospera dan Kepler Sianturi Salurkan Bantuan..
Kota, Wartatasik.com – Dilansir sebelumnya, nasib pilu dialami Siti Nuraenun (43), seorang ibu rumah tangga yang menjadi tulang punggung keluarga di Kampung Aboh RT 04 RW 01, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya.
Di tengah kondisinya yang terbaring lemah akibat penyakit komplikasi jantung dan paru-paru, ia harus tetap berjuang menghidupi tiga orang anaknya.
Status pernikahan Siti pun menggantung. Meski disebut bersuami, ia sudah lama tidak pernah dinafkahi lahir maupun batin. Semasa masih sehat, Siti hanya mengandalkan penghasilan sebagai pembantu rumah tangga.
Kini setelah jatuh sakit, ia terpaksa menggantungkan hidup pada orang tuanya yang sudah renta dan tidak bekerja, sembari menghuni gubuk reyot yang jauh dari kata layak.
Ironisnya lagi, rumah menumpang yang dihuni Siti hanya berjarak selemparan batu dari Kantor Balai Kota Tasikmalaya. Namun, ia mengaku belum pernah mendapat perhatian maupun bantuan sosial dari Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan.

“Belum pernah. Teu aya (tidak ada) perhatiannya,” ujar Siti lirih saat ditemui wartawan dengan bahasa Sunda bercampur Indonesia.
Ketika ditanya mengenai harapannya jika pucuk pimpinan daerah itu berkunjung, Siti hanya mendambakan uluran tangan untuk biaya pengobatan dan kelangsungan hidup keluarganya.
“Ingin menerima bantuan, seperti kesehatan, hak bantuan sosial. Banyak lainnya,” tuturnya. Bahkan, dengan senyum getir ia mengaku merasa seperti tidak diakui sebagai warga Kota Tasikmalaya.
Di tengah keputusasaan tersebut, secercah harapan datang pada Kamis siang. Organisasi kemasyarakatan Pospera bersama Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Dapil 1 Fraksi PDI Perjuangan sekaligus Ketua DPC Pospera Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi, turun langsung bersilaturahmi dan menyerahkan bantuan.
Turut mendampingi dalam aksi sosial ini Bendahara Pospera Yiundana serta seorang pengusaha lokal, Ibu Eva, yang merupakan istri dari Kepler Sianturi.
“Kami datang bersilaturahmi ke Ibu Siti setelah mendengar kondisinya yang tidak baik-baik saja. Ini adalah bentuk kepedulian dan keberpihakan kami terhadap Ibu Siti dan keluarga,” tegas Kepler Sianturi di lokasi.
Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan perabotan rumah tangga dasar, seperti kasur, bantal, karpet, kipas angin, magic com, dispenser, hingga ember penampung air bersih. Bantuan tersebut diterima Siti dengan penuh rasa haru.

BACA JUGA:Â Ironis! Ibu Siti Tinggal di Gubuk Reyot Belakang Kantor Wali Kota, Idap Penyakit Jantung
“Ya alhamdulillah tos kabantos. Mudah-mudahan siga gantosan deui (ada rezeki penggantinya),” ucap Siti menahan tangis.
Bendahara Pospera, Yiundana, mengungkapkan bahwa gerakan ini murni berawal dari rasa empati mendalam setelah melihat kondisi ekonomi dan kesehatan Siti secara langsung.
“Kami berdiskusi dengan Ketua Pospera, Pak Kepler Sianturi, lalu sepakat mengadakan bantuan ini walaupun tak seberapa. Mudah-mudahan bisa bermanfaat dan meringankan beban,” kata Yiundana.
Kisah pilu Siti Nuraenun menjadi gambaran nyata masih adanya warga miskin ekstrem di Kota Tasikmalaya yang luput dari jangkauan jaring pengaman sosial pemerintah. Tinggal sangat dekat dengan pusat pemerintahan namun merasa terabaikan menjadi tumpukan evaluasi mendalam bagi efektivitas pelayanan publik di daerah tersebut. Asron
