Ironis! Ibu Siti Tinggal di Gubuk Reyot Belakang Kantor Wali Kota, Idap Penyakit Jantung

Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Dapil 1 (Cihideung, Tawang, Bungursari), Kepler Sianturi | Red

Kota, Wartatasik.com – Potret kemiskinan ekstrem masih membayangi Kota Tasikmalaya. Seorang ibu bernama Siti Nurainun (43), warga Kampung Aboh RT 04 RW 01, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Bungursari, harus bertahan hidup di sebuah gubuk reyot yang sangat tidak layak huni. Ironisnya, tempat tinggalnya berada tepat di belakang Kompleks Kantor Wali Kota Tasikmalaya.

Kondisi Siti kian memprihatinkan lantaran ia mengidap penyakit komplikasi jantung dan paru-paru selama tiga tahun terakhir. Di usia yang seharusnya masih produktif, Siti kini hanya bisa terbaring lemah tanpa penghasilan tetap.

Tanpa sosok suami, ia harus membesarkan tiga orang anak satu masih duduk di kelas 4 SD, dan satu lainnya putus sekolah yang kini bekerja serabutan di sebuah bengkel.

Informasi mengenai kondisi Siti yang masuk dalam kategori Desil 2 atau miskin ekstrem—sontak viral setelah dilaporkan oleh warga setempat.

Menindaklanjuti kabar tersebut, Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, Rahman, langsung meninjau lokasi untuk melakukan penjangkauan dan asesmen mendalam.

“Dari hasil pemeriksaan medis awal, Siti Nurainun kini tengah diupayakan agar kondisi fisiknya stabil sebelum menjalani tindakan operasi besar, yaitu operasi jantung dan transplantasi di RS Jantung,” ujar Rahman saat ditemui di lokasi, Selasa (29/9/2026).

Lanjutnya, Ibu Siti Nurainun sudah sakit selama tiga tahun, komplikasi jantung dan paru. Saat ini kami sedang mengupayakan agar kondisi fisiknya bugar terlebih dahulu supaya siap menjalani operasi di RS Jantung.

Sementara, Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Dapil 1 (Cihideung, Tawang, Bungursari), Kepler Sianturi, mengatakan kisah pilu Siti Nurainun menjadi cerminan nyata bahwa di balik pembangunan kota, masih ada warga yang harus berjuang keras demi bertahan hidup.

“Saat ini, uluran tangan dari pemerintah maupun para dermawan sangat dibutuhkan, baik untuk biaya pengobatan, pemenuhan kebutuhan sehari-hari, hingga perbaikan hunian yang layak,” ungkapnya. Asron

Berita Terkait