Lebih dari Sekadar Julukan Kota Santri, Bupati Tasik Ajak Masyarakat Hidupkan Nilai Keberkahan

Lebih dari Sekadar Julukan Kota Santri, Bupati Tasik Ajak Masyarakat Hidupkan Nilai Keberkahan | dok Prokopim

Gema Sholawat di Manonjaya, Bupati Cecep Tegaskan Pentingnya Merawat Warisan Ulama..

Kota, Wartatasik.com – Suasana khidmat menyelimuti Alun-Alun Manonjaya, ribuan jemaah berkumpul larut dalam lantunan sholawat yang dipimpin oleh tim Majelis Sholawat Azzahir dalam gelaran Tasikmalaya Bersholawat, Selasa malam (13/10/2026).

Gema sholawat tersebut menjadi penanda dibukanya maraton marathon rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kabupaten Tasikmalaya yang akan berlangsung selama hampir 10 hari ke depan.

Namun, lebih dari sekadar perayaan rutin tahunan, momen malam itu menjadi ajang refleksi mendalam mengenai jati diri Kabupaten Tasikmalaya sebagai daerah yang lekat dengan julukan “Kota Santri”.

Bupati Tasikmalaya, Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP., menekankan pentingnya memaknai tradisi Jiyarotusyuyukh (ziarah kepada para masyaikh) dan bersholawat sebagai pijakan moral pembangunan daerah, bukan sekadar agenda seremonial.

“Peringatan Hari Santri tahun ini kami rancang berlangsung hampir 10 hari, diawali dengan mengunjungi pesantren-pesantren sepuh. Kami meyakini, tidak mungkin ada kita hari ini tanpa perjuangan para orang tua dan ilmu dari para ulama pendahulu kita. Tidak ada perjalanan yang kami lakukan kecuali ingin ngalap berkah,” ujar Bupati Cecep dalam sambutannya.

Bupati menegaskan, predikat “Kota Santri” yang disandang Kabupaten Tasikmalaya harus dibuktikan melalui tindakan nyata dan penghidupan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

“Mudah-mudahan Kabupaten Tasikmalaya yang disebut Kota Santri bukan hanya sebutan saja, tetapi mari kita isi dengan keberkahan. perbanyak sholawat dan jangan pernah melupakan para ulama yang telah mendahului kita,” tambahnya.

Acara tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kab. Tasikmalaya, Kepala Kantor Kementerian Agama, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Ketua BAZNAS, jajaran MUI, para pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Tasikmalaya, tokoh agama, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam.

Melalui pembukaan yang sarat makna ini, Pemkab Tasikmalaya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan rangkaian Hari Santri 2026 sebagai momentum memperkuat tali silaturahmi serta meneladani semangat perjuangan para ulama. Asron

Berita Terkait