
Kabar Baik Pencaker! Pemkot Tasikmalaya Sediakan 5.500 Lowongan Kerja di Job Fair Internasional 2026..
Kota, Wartatasik.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya kembali membawa kabar segar bagi para pencari kerja (pencaker). Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya, Pemkot melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) bakal menggelar Tasikmalaya International Job Fair 2026 dengan total 5.500 lowongan pekerjaan, baik untuk penempatan dalam maupun luar negeri.
Ajang bursa kerja ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 30–31 Oktober 2026 mendatang, bertempat di Atrium Ground Floor Asia Plaza Tasikmalaya.
Kepala Disnaker Kota Tasikmalaya, H. Deni Diyana, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Disnaker, dan Kadin Kota Tasikmalaya, serta didukung penuh oleh Staf Khusus Presiden RI Bidang UMKM dan Teknologi Digital.
“Grand opening akan dilaksanakan pada Jumat, 30 Oktober 2026 pukul 14.00 WIB,” ujar Deni kepada Wartatasik.com, Kamis (15/10/2026).
Sejumlah pejabat penting dijadwalkan hadir dalam seremoni pembukaan, di antaranya Menteri Ketenagakerjaan, Menteri P2MI, Staf Khusus Presiden, jajaran Kadin, Kepala Disnaker se-Priangan Timur, hingga Gubernur.
Deni menjelaskan, sebanyak 21 booth perusahaan akan memeriahkan acara ini. Rinciannya, 10 booth diisi perusahaan luar negeri khusus untuk penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) jalur magang maupun kerja formal, serta 11 booth perusahaan domestik.
“Hingga saat ini, tercatat lebih dari 5.000 lowongan luar negeri telah terkumpul dan tersebar di 18 negara di kawasan Eropa, Asia, Amerika Latin, hingga Amerika. Sementara untuk kebutuhan pasar kerja domestik, tersedia sekitar 500 lowongan,” ungkap Deni.
Menariknya, lanjut Ia, Job Fair tahun ini mengusung konsep hibrida (online dan offline) sebagai bentuk inovasi baru. Pendaftaran dilakukan secara online mulai hari H pelaksanaan, dan para pelamar yang tidak sempat hadir secara fisik di Asia Plaza tetap dapat berkomunikasi langsung dengan perwakilan perusahaan secara daring.
“Konsepnya terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia, tidak hanya warga Kota Tasikmalaya. Ini sekaligus mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya,” tutur Deni.

BACA JUGA: Cegah CPMI Ilegal, Disnaker Kota Tasik dan Kementerian P2MI Perkuat Akses Kerja Global
Langkah agresif Pemkot Tasikmalaya ini, lanjutnya, sejalan dengan upaya menekan angka pengangguran dan kemiskinan daerah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Tasikmalaya berada di angka 6,43 persen (sekitar 24.819 orang), sedangkan tingkat kemiskinan berkisar 10 persen (sekitar 25 ribu jiwa).
“Pada tahun 2026, Pemkot mematok target penyaluran 2.000 tenaga kerja. Program penempatan luar negeri pun terus ditingkatkan, seperti keberangkatan 56 tenaga kerja ke Jepang yang telah terealisasi tahun ini,” imbuhnya.
Deni menegaskan, saat ini paradigma pengiriman pekerja migran telah bergeser. Tidak lagi mengandalkan kekuatan fisik semata, melainkan berbasis keterampilan dan keahlian profesional melalui pelatihan vokasi di bidang manufaktur, hospitality, dan sektor unggulan lainnya.
“Transformasi istilah dari TKI yang dulu identik dengan asisten rumah tangga menjadi PMI bertujuan untuk menaikkan kelas pekerja Indonesia agar memiliki kompetensi dan kapabilitas profesional yang tinggi di kancah global,” pungkasnya. Asron
