Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa di DPRD Kota Tasik Diwarnai Kericuhan, Usung 10 Tuntutan Rakyat

Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa di DPRD Kota Tasik Diwarnai Kericuhan, Usung 10 Tuntutan Rakyat | dokNet

Kota, Wartatasik.com – Sejumlah mahasiswa dari berbagai elemen dan masyarakat Kota Tasikmalaya yang tergabung dalam gerakan kolaboratif menggelar aksi unjuk rasa bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda.

Aksi ini diinisiasi secara kolaboratif oleh beberapa akun mahasiswa, di antaranya Aporiaid Bemunsil (BEM Universitas Siliwangi) dan Setiarakyat Unsil. Aksi turun ke jalan ini menyoroti berbagai isu sosial, ekonomi, dan politik, baik dalam skala nasional maupun daerah.

Dilansir media, massa demonstran mulai berkumpul di halaman depan Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya sekitar pukul 13.00 WIB. Mengusung semangat “Rakyat Bersatu” dan membawa pagar tagar #INDONESIASADAR, massa bergerak menuju titik aksi utama di depan Gedung DPRD Kota Tasikmalaya untuk menyampaikan aspirasi.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan 10 poin tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah, di antaranya:

  1. Menetapkan Karhutla sebagai bencana nasional, memulihkan alam, mencabut konsesi bermasalah, serta memenuhi hak korban.
  2. Menurunkan beban biaya hidup melalui pengendalian harga pangan, BBM, dan kebijakan pajak yang adil.
  3. Menaikkan upah, menjamin pekerjaan layak, serta mengakhiri ketergantungan pada sistem kontrak dan outsourcing.
  4. Menghentikan pemborosan APBN, memperkuat subsidi, dan memprioritaskan kesejahteraan rakyat.
  5. Mengembalikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama kebijakan dan penganggaran negara.
  6. Menjalankan reforma agraria sejati serta menyejahterakan petani dan nelayan.
  7. Menolak transisi energi terbarukan yang tidak adil.
  8. Mengembalikan militer ke barak dan menghentikan perluasan Batalion teritorial dalam urusan sipil.
  9. Mengadili pelaku pelanggaran HAM dan mengakhiri impunitas.
  10. Menghentikan pembatasan kebebasan berekspresi baik di ruang fisik maupun digital.

Aksi penyampaian aspirasi tersebut sempat memanas dan diwarnai kericuhan sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh petugas keamanan yang menembakkan gas air mata.

Meski sebagian massa sempat memasuki area kantor Gedung DPRD, situasi berangsur kondusif saat memasuki waktu Ashar. Massa kemudian menghentikan ketegangan dengan melaksanakan sholat Ashar berjemaah dan melantunkan shalawat di lokasi.

Hingga berita ini dinaikkan, belum ada tanggapan resmi dari perwakilan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Kendati demikian, aksi ini diharapkan dapat segera menemui titik terang bagi aspirasi mahasiswa dan masyarakat demi kebaikan bersama. Red

Berita Terkait