
Mengintip Berkah Lereng Sawal: Ponpes Al Farizi Cihaurbeuti Kembangkan Agro Eduwisata 7 Hektar dan Buka JUT 7 Km..
Ciamis, Wartatasik.com – Melanjutkan komitmen kemandirian berbasis alam yang sebelumnya diulas dalam tulisan “Berdiri di Kaki Gunung Sawal: Ponpes Al Farizi Cihaurbeuti Padukan Tahfiz Al-Qur’an, Kemandirian Tani”, Pondok Pesantren (Ponpes) Al Farizi terus bergerak maju mengembangkan potensi kawasan pesatnya.
Berada di lereng Gunung Sawal yang asri, tepatnya di Dusun Gadog, Desa Sukahurip, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Ponpes Al Farizi kini mengelola lahan pertanian seluas 7 hektar.
Lahan produktif ini mulai ditanami komoditas buah unggulan seperti durian dan alpukat dengan sistem tumpangsari, diselingi penanaman tanaman palawija seperti sawi jabung, cabai, serta aneka sayuran lainnya.
Pendiri Ponpes Al Farizi, H. Ateng Haris Jaelani, mengungkapkan bahwa pengelolaan lahan ini merupakan bagian dari strategi besar menciptakan kemandirian pesantren sekaligus sarana pembelajaran nyata bagi para santri.
Katanya, hasil panen pertanian ini diproyeksikan sebagai modal aset pondok serta penopang operasional dan kesejahteraan para pengajar (guru).
“Selain itu, memberikan edukasi langsung bagi para santri melalui sistem pembelajaran berbasis alam untuk menciptakan ‘Santri Alam’, keberadaan lahan ini juga memberdayakan masyarakat setempat sebagai tenaga petaninya,” ujar H. Ateng Haris Jaelani, Minggu (8/11/2026).
Langkah ini menjadi pijakan awal pengembangan kawasan pertanian pesantren sembari mempersiapkan aset-aset produktif lainnya. Untuk menunjang kelancaran mobilitas dan pengangkutan hasil panen, pihak pesantren saat ini tengah membuka dan membangun Jalan Usaha Tani (JUT) sepanjang 7 kilometer.
Tidak hanya fokus pada sektor bercocok tanam, Ponpes Al Farizi juga melangkah lebih jauh dengan membangun kawasan agro eduwisata dinamai Al Farizi Farm. Destinasi ini dikelola langsung oleh para santri dan dirancang khusus menjadi sarana edukasi pertanian serta alam bagi anak-anak usia sekolah dasar (SD).
“Ini merupakan salah satu aset penting pondok yang kami siapkan agar anak-anak sekolah bisa belajar mencintai alam dan pertanian sejak dini,” tambahnya.
Dengan jumlah santri yang kini telah menembus lebih dari 150 orang, Ponpes Al Farizi semakin mantap mengokohkan posisinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya mencetak generasi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga melahirkan santri tangguh yang berwawasan lingkungan dan mandiri secara ekonomi. Asron
