
Kabupaten, Wartatasik.com – Aksi anarkis pecah di Simpang Cigorowek, Jalan Cintaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (8/11) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Dua unit sepeda motor ludes dibakar massa setelah diduga terlibat dalam aksi penganiayaan dan penusukan terhadap warga setempat.
Suasana di lokasi sempat mencekam saat kobaran api melalap habis seluruh bodi kendaraan. Puluhan warga yang tersulut emosi berkumpul di jalanan, bahkan beberapa di antaranya terlihat meluapkan kekesalan dengan memukul motor yang sedang terbakar.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Heru Samsul Bahri, membenarkan insiden pembakaran tersebut. Pihaknya bergerak cepat meredam situasi begitu menerima laporan dari warga.
“Kami mendapat laporan dan anggota dengan cepat menuju lokasi untuk mengendalikan situasi. Alhamdulillah situasi saat ini sudah aman dan kondusif,” ujar AKP Heru Samsul Bahri, Minggu (8/11).
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa ini bermula ketika sekelompok pemotor melintas berkonvoi dari arah Singaparna menuju Kota Tasikmalaya dengan suara bising yang meresahkan.
Saat melintas di sekitar Kampung Borolong, kelompok pemotor tersebut terlibat cekcok dengan warga yang sedang melaksanakan ronda malam. Beberapa warga yang berada di pos ronda berusaha mengejar rombongan tersebut karena dinilai mengganggu ketertiban.
Naas, bentrokan tak terhindarkan hingga memakan korban jiwa. Dua orang warga menjadi korban penganiayaan brutal, di mana salah satu di antaranya mengalami luka tusuk di bagian punggung. Kedua korban langsung dievakuasi ke RSUD KHZ Musthafa untuk mendapatkan perawatan medis darurat.
Warga sekitar yang mengetahui adanya aksi penganiayaan dan penusukan tersebut langsung mengamuk dan meluapkan kemarahannya dengan membakar sepeda motor milik kelompok pelaku.
Dalam peristiwa ini, polisi telah mengamankan barang bukti berupa dua unit bangkai sepeda motor yang terbakar (Honda Vario warna merah-hitam dan Yamaha WR warna hitam-biru), satu buah bilah sabit, satu sarung golok kayu, serta dua batang pipa besi.
Hingga Minggu siang, penyidik Satreskrim Polres Tasikmalaya masih mengamankan dan memeriksa belasan orang saksi di Mapolres Tasikmalaya guna mendalami peran masing-masing pihak.
Terkait isu yang beredar luas di media sosial yang menyebut aksi ini dilakukan oleh kelompok geng motor, pihak kepolisian meminta masyarakat tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian.
“Jadi kami belum bisa memastikan apakah yang terlibat ini geng motor atau bukan seperti yang ramai dinarasikan di media sosial. Kami masih terus melakukan penyelidikan agar fakta hukumnya menjadi terang benderang,” tegas AKP Heru. Ndhie
