ADWI 2023 Kemenparekraf: Inilah Momentum Kebangkitan Pariwisata Berkelas Dunia

ADWI 2023 Kemenparekraf: Inilah Momentum Kebangkitan Pariwisata Berkelas Dunia | Ist

Anugerah Desa Wisata Indonesia 2023 Kemenparekraf “Dari Desa untuk Indonesia Bangkit, Pariwisata berkelas Dunia”

Tasikmalaya, Wartatasik.comKamis, 6 April 2023, Kemenparekraf menggelar acara Visitasi Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023 yang berlangsung pada waktu Pukul. 14.00 WIB – 15.30 WIB, berlokasi di Desa Wisata Taraju, Tasikmalaya, Jawa Barat

Adapun latar belakang digelarnya ADWI 2023 merupakan salah satu program unggulan penggerak kebangkitan pertumbuhan ekonomi dan pengembangan pariwisata Indonesia yang sedang digalakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, untuk ketiga kalinya dengan mengangkat tema “Kebangkitan Ekonomi Dari Desa untuk Indonesia Bangkit”.

Program ini diharapkan mampu mewujudkan visi “Indonesia sebagai Negara Tujuan Pariwisata Berkelas Dunia, Berdaya Saing Global, Berkelanjutan dan Mampu Mendorong Pembangunan Daerah dan Kesejahteraan Rakyat”.

“Kobaran semangat ini masih terus kami lanjutkan. Untuk menggaungkan Indonesia lebih mendunia melalui pariwisata dan ekonomi kreatif. Membuka ruang untuk berkarya, memastikan 4,4 juta lapangan kerja tercipta, dan kami masih terus percaya bangkitnya ekonomi dimulai dari desa,” tutur mas Menteri, Sandiaga Uno penuh semangat.

Tujuan Kegiatan ini agar menjadi daya bangkit bagi ekonomi desa dan sebagai wahana promosi untuk menunjukkan potensi desa-desa wisata di Indonesia kepada wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara, serta mendorong daerah untuk dapat menciptakan desa wisata baru selanjutnya di wilayahnya yang dapat membangkitkan ekonomi desa. Kebangkitan ekonomi dari desa-desa untuk membangun Indonesia.

Selain itu dapat menjaring database desa wisata baru dari pendaftaran di website jejaring desa wisata (Jadesta) yang merupakan website resmi yang dikembangkan oleh Kemenparekraf. setelah sukses di tahun 2021 dengan 1831 peserta, meningkat tajam di 2022 dengan 3419 desa wisata.

Kini di 2023, Anugerah Desa Wisata Indonesia dengan semangat kolaborasi dan bersinergi meningkat tajam hingga peserta menyentuh angka 4573 desa wisata yang ada di seluruh Indonesia dari target yang mas Menteri canangkan 4.000 desa wisata.

Antusiasme ribuan desa wisata tersebut diharapkan mempermudah pengembangan desa wisata di Indonesia kedepannya. Tentunya sinergi diperlukan, oleh karena itu Kemenparekraf melibatkan mitra strategis untuk berkolaborasi dalam pengembangan desa wisata khususnya desa wisata yang masuk ke dalam 75 desa wisata terbaik desa wisata Indonesia Bangkit, yaiut, Astra,  BCA,  PLN,  BNI  dan GRAB  DLL.  dengan  kolaborasi  dan sinergi  demi kemajuan pariwisata negeri yang mendunia.

Adapun kategori penilaian ADWI tahun 2023 meliputi sebagai berikut, Daya Tarik Pengunjung (Alam dan Buatan serta Seni dan Budaya), Homestay & Toilet, Suvenir (Kuliner, Fesyen dan Kriya), Digital dan Kreatif, CHSE &. Kelembagaan

“Kategori penilaian yang diusung diharapkan mampu mendorong berkembangnya desa wisata menjadi wisata berkelanjutan serta berstandar internasional,” ujar Sandi.

Dikatakannya Potensi Desa Wisata Taraju, Tasikmalaya, Jawa Barat pada tahun 1902, Desa Taraju masih bernama Desa Nanggerang, perubahan tersebut disebabkan karena masyarakat Nanggerang pada waktu itu menginduk pada kebudayaan Islam Gunung Taraju.

Secara etimologis, Taraju mengandung arti Timbangan emas, namun makna yang sebenarnya adalah sebuah sikap yang adil dan bijaksana, sehingga ada peribahasa karuhun “Bobot Pangayon Timbang Taraju”. Desa ini juga memiliki alam yang masih asri seperti Hamparan Kebun Teh, Hamparan Persawahan, Aliran Sungai dan air terjun. Untuk Menuju Desa Taraju dapat ditempuh via darat dari Jakarta selama 7 jam 51 menit, dan dari Kota Bandung menempuh waktu 3 jam 35 menit.

“Daya tarik pengunjung alam dan budaya berbasis lingkungan. Kontur alam Taraju didominasi pertanian / persawahan, bukit dan sungai serta lahan perkebunan dan perikanan. Desa Taraju memiliki beberapa lokasi potensial yang bisa dikembangkan,” ucap Menparekraf.

Yaitu lanjutnya, River Tubing adalah aktivitas wisata yang dilakukan di medan sungai, aliran irigasi, dan sungai yang mengalir, dilakukan secara perorangan maupun kelompok. Sarana atau alat yang digunakan untuk RIVER tubing adalah ban karet dan life jacket yang dipakaikan kepada wisatawan

untuk Kuda Lumping mulai didirikan tahun 1995, keunikannya adalah penunggang Kuda Lumping harus memenuhi syarat mengingat atraksi ini memerlukan keberanian, mental dan kemampuan yang mumpuni, sebelumnya harus menjalani ritual khusus. Uniknya lagi kuda lumping akan melakukan hal-hal aneh di luar kebiasaan orang Normal seperti, memakan kaca.

“Kesenian Terbang merupakan kesenian karuhun atau leluhur, yang beranggotakan beberapa orang berpakaian serba hitam khas Sunda (pangsi), dengann instrumen musik tradisional seperti rebana dan dog-d0g.

Buatan: edukasi petik dan Pengolahan Teh bukan hanya sekedar kegiatan yang dilakukan masyarakat sekitar, tapi juga sudah menjadi sebuah budaya, karena kebun teh di Desa Taraju sendiri adalah warisan dari zaman penjajahan Belanda Kegiatan atraksi ini agar masyarakat Taraju maupun wisatawan tahu proses dari awal petik daun teh hingga menjadi kemasan.

Edukasi Petik dan Pengolahan Kopi dibudidayakan pada masa Orde Baru atau sekitar tahun 1966-2000 di Desa Jenis kopi yang dapat tumbuh di wilayah Desa Taraju dan mampu menghasilkan cita rasa kopi yang khas yaitu biji kopi Robusta dan Arabika. Biji Kopi Arabika sendiri sudah mengikuti beberapa eceng dan acara pameran tingkat

Kabupaten hingga Nasional, namun Biji Kopi Arabika sendiri sudah sampai ke luar negara yaitu Malaysia dan Jepang.

“HOMESTAY & TOILET, Desa Wisata Taraju terkenal memiliki homestay yang bersih, lengkap dan modern Home Stay Caringin adalah home stay pelopor untuk home stay yang lain. Home Stay ini sudah sering dikunjungi oleh kepala kepala daerah kabupaten/provinsi dan jadi favorit tamu yang lain, dikarenakan suasana home stay yang di kelilingi sawah yang asri. Untuk toilet pun telah tersedia di sekitar tiap spot / destinasi wisata,” jelasnya.

“Suvenir, untuk kuliner sudah tidak diragukan lagi dengan produk ekonomi kreatifnya dengan produk kuliner khas Teh Asli Taraju yang langsung di petik dari perkebunan teh. Sate Ciranti juga menjadi makanan favorit di Desa Wisata Taraju yang sangat lezat, Nasi Timbel yang harum di sandingkan dengan lalapan dan sambel. Untuk kategori souvenir tidak hanya makanan saja di desa ini, lukisan daun juga menjadi salah satu Ikon dari Desa Taraju, serta kerajinan dari bambu dan kayu,” kata Sandi..

Disebutkan Sandiaga, DIGITAL DAN KREATIF, Desa Wisata Taraju memiliki website resmi maupun social media official. Kegiatan pemesanan paket wisata sudah melalui website resmi yang terintegrasi dengan dengan traffic kunjungan dan administrasi publik. Beberapa akun yang dimiliki desa antara lain:

  1. Instagram: https://www.instagram.com/wisata_taraju (Desa Wisata Taraju)
  2. Tiktok : https://www.tiktok.com/tasikmalayataraju
  3. Facebook : https://www.facebook.com/wisatadesataraju
  4. Twitter : https://www.twitter.com/wisata_taraju

Untuk Kreativitas, warga Desa Taraju menonjolkan pengolahan daun teh menjadi teh hijau, dan Kopi Yang Sudah mendunia.

“Kelembagaan Desa Wisata & CHSE Kelembagaan Desa. Konsep wisata budaya lingkungan yang dikembangkan Desa Taraju terfokus pada kunjungan wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam, pertanian, dan konservasi lingkungan. Pokdarwis dan kelembagaan desa pun telah lama terbentuk dan turut aktif dalam menggerakan warga desa untuk bisa berdaya saing dan produktif di desanya. Pokdarwis diketuai oleh Andriana, 08886886666, email : Wisatataraju@gmail.com,” terangnya.

CHSE katanya lagi, Kebersihan tetap menjadi prioritas di desa ini. Terdapat perlengkapan untuk prosedur CHSE pada beberapa titik di hampir setiap spot destinasi di desa wisata Taraju, termasuk perihal langkah mitigasi bencana dan safety tiap wisatawan.

Dalam kegiatan ADWI 2023 tersebut di konfirmasi kehadiran dalam kegiatan visitasi antara lain, Kemenparekraf/ Baparekraf, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Bapak Sandiaga Uno, Staf Khusus Menteri Keamanan, Brigjen TNI. Ario Prawiseso, Direktur Tata Kelola Destinasi, Bapak Indra Ni Tua.

Dari Provinsi Jawa Barat Kadisparbud Jabar, Bapak Benny, Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Ibu Ani Widiani

Dan dari Kabupaten Tasikmalaya, Bupati Tasikmalaya, Are Sugianto, S.IP, Wakil Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.A.P, Ketua DPRD, Asep Sopari Al- Ayubi, S.P., Dandim 0612/TSM, Letkol Inf Raden Henry Sukmadjidibrata, I.P., Kapolres Tasikmalaya, AKBP Suharto Henry Haryanto IK., M.M., Kepala Kejaksaan Negeri, Ramadiyagus H., M.H., Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Mohammad Zen., Asisten Pemerintahan, Drs. H. Nana Herman’s, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Ray ayu Jamiat Abdullah, S.Sos, M.Si., Asisten Adminsitrasi Umum/Plt KADIS, Drs. Asep Darisman.

Agenda Menparekraf, Rombongan Menteri Pariwisata RI tiba di drop off Rest Area Desa Wisata Taraju Tasikmalaya di sambut oleh Bapak Bupati Tasikmalaya dan FORKOPIMDA dan di iringi kesenian dog-dog dan melaksanakan serangkaian kegiatan CHSE, Menparekraf menuju lokasi presentasi menggunakan Jeep dan di dampingi oleh Bupati Tasikmalaya, rombongan menggunakan Bis Ngulisik dan Odong-odong.

Selanjutnya, Saat turun di lokasi presentasi Menparekraf secara simbolis memberikan santunan sembako kepada anak yatim dan jompo dan akan dilanjutkan oleh Bapak Bupati dan FORKOPIMDA, Sebelum menuju lokasi presentasi, Menparekraf melaksanakan serangkaian kegiatan CHSE, Setelah itu Menparekraf di sambut oleh Penari Adat Lengser dan akan memayungi Menparekraf ke lokasi presentasi, Menparekraf dan rombongan mendengarkan presentasi dari Kepala Desa & Ketua POKDARWIS dan menceritakan bahwa desa taraju membutuhkan dukungan perlengkapan homestay (sprei putih sebanyak 15 set).

Berikutnya, Menparekraf mengunjungi booth UMKM Suvenir (Kriya, Feyen & kuliner) di iringi alat musik kecapi suling, Menparekraf bersama Bupati Tasikmalaya memetik teh bersama petani teh, Menparekraf dan Bupati menuju ke tempat edukasi pengolahan teh tradisional dan mencobanya, Menparekraf mengunjungi booth lukisan daun yang sedang di proses pembuatan lukisan wajah Menparekraf, Menparekraf dan rombongan menuju DOORSTOP dan ikon Taraju untuk menanam bibit teh bersama.

Penandatangan Prasasti, plakat dan Menparekraf menyerahkan mock up bantuan perlengkapan homestay (sprei putih sebanyak 15 set) sebagai bentuk dukungan pengembangan pariwisata di desa wisata Taraju dan dari Desa akan memberikann suvenir Lukisan daun sebagai kenang-kenangan dari Desa Taraju dan DOORSTOP. ** Red.

Berita Terkait