Berkat JKN-KIS, Persalinan Caesar dan Transfusi Darah Lancar

 33,205 total views

Santi Sentiawati (23) yang telah mendapat perawatan di Ruang Bersalin Rumah Sakit TMC | Ist

Untuk kelahiran anak pertama ini, saya berharap dapat melahirkan secara normal, namun pada kenyataannya kondisi saya dan sesuai arahan dokter mengarahkan untuk dilakukan transfusi darah 2 labu dan selanjutnya persalinan dilakukan secara caesar,” cerita Santi kepada Tim Jamkesnews.

Tasikmalaya, Wartatasik.com – Bisa mengandung dan melahirkan merupakan salah satu anugerah dan impian dalam hidup setiap perempuan.

Hal ini dirasakan oleh Santi Sentiawati (23) yang telah mendapat perawatan di Ruang Bersalin Rumah Sakit TMC, setelah menjalani proses kelahiran buah hati pertamanya meskipun ada tindakan-tindakan yang harus dilalui, namun Santi sangat terlihat bahagia.

Santi yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga ini bersedia menceritakan pengalamannya menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Untuk kelahiran anak pertama ini, saya berharap dapat melahirkan secara normal, namun pada kenyataannya kondisi saya dan sesuai arahan dokter mengarahkan untuk dilakukan transfusi darah 2 labu dan selanjutnya persalinan dilakukan secara caesar,” cerita Santi kepada Tim Jamkesnews.

Kekhawatiran seorang ibu hamil salah satunya yaitu biaya persalinan, biaya persalinan menjadi sangat mahal jika tidak ada asuransi yang menanggung.

Asuransi pun tidak semuanya dapat menanggung biaya sepenuhnya, tetapi kekhawatiran tersebut tidak akan dialami jika telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), maka dari itu, Santi sangat bersyukur karena semua biaya persalinannya dijamin oleh JKN-KIS.

“Seluruh biaya persalinan operasi caesar saya ditanggung Program JKN-KIS, termasuk biaya transfusi darah dua labu. Saya dan suami tidak menyangka sampai harus melahirkan dengan cara operasi ini, kami sangat bersyukur karena ini sangat membantu beban ekonomi kami, persalinan saya aman dan lancar berkat JKN-KIS, asal kita ikuti alur dan prosedurnya,” ungkap Santi.

Pada kesempatan yang sama, Santi yang terdaftar sebagai peserta dari tanggungan suaminya sebagai Pegawai Swasta ini pun mengungkapkan rasa terima kasih dan harapan yang besar untuk Program JKN-KIS ini.

“Saya sangat puas dengan pelayanan yang baik dirasakan, saya sama sekali tidak mengalami kesulitan, makanya saya ingin mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada pemerintah yang sudah menghadirkan program yang bermanfaat ini. Semoga sistem gotong royong ini dapat membangun kepedulian dan saling tergerak hatinya untuk terus saling membantu terutama bagi orang yang sangat membutuhkan,” tutup Santi. Jamkesnews | Redaksi

Related posts