
Kota, Wartatasik.com – Di tengah keterbatasan kondisi fiskal daerah, upaya pemberdayaan masyarakat—khususnya bagi ibu-ibu rumah tangga terus digulirkan di Kota Tasikmalaya.
Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui alokasi dana Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Kota Tasikmalaya yang dikolaborasikan dengan dinas teknis dan lembaga pelatihan.
Sebanyak 15 ibu-ibu dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 meliputi Kecamatan Cihideung, Tawang, dan Bungursari mendapatkan pelatihan keterampilan membuat hantaran dan seserahan pernikahan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Program ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tasikmalaya, LPK Nova, serta Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan, Kepler Sianturi, dari alokasi anggaran aspirasi Tahun 2026.
Pembina LPK Nova sekaligus pengurus HIPKI Kota Tasikmalaya, Tiktik Sumartika (66), mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta digembleng teknik kreasi hantaran seperti bentuk ayam, bunga, hingga burung merpati menggunakan bahan seserahan umum seperti kain sinjang dan mukena. Bahkan, LPK Nova menambah kuota secara mandiri menjadi 16 orang peserta.
“Keterampilan ini diharapkan bisa menjadi bekal jangka panjang untuk membantu perekonomian keluarga. Selain dipakai sendiri, peserta juga kelak bisa membagikan ilmunya kepada tetangga sekitar,” ujar Tiktik.
Sementara itu, Sekretaris Disnaker Kota Tasikmalaya, Arief Rahman Gumilar, mengapresiasi langkah LPK Nova dan dukungan reses parlemen. Ia menilai pemilihan jenis pelatihan hantaran sangat tepat karena pasarnya selalu terbuka lebar.
“Bukan hanya untuk pesta pernikahan, tapi juga dibutuhkan saat hajatan khitanan hingga perayaan keagamaan. Pelatihan ini merupakan permohonan langsung dari masyarakat agar mereka memiliki skill baru untuk berwirausaha dan mandiri,” jelas Arief.

Terpisah, Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi, menjelaskan latar belakang digulirkannya program pemberdayaan tersebut.
Menurutnya, waktu luang ibu-ibu rumah tangga selepas menyelesaikan urusan domestik sangat potensial jika diarahkan pada kegiatan produktif.
“Di tengah situasi fiskal daerah yang sedang terbatas, kita berinisiatif mengarahkan anggaran Pokir untuk memberdayakan masyarakat, khususnya ibu-ibu. Harapannya, ke depan mereka bisa mandiri, tidak perlu sewa jasa dari luar saat punya hajatan, bahkan bisa membuka jasa pembuatan hantaran untuk menambah penghasilan keluarga,” ungkap Kepler.
Kepler menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program pelatihan serupa pada tahun-tahun mendatang.
“Tahun depan program pelatihan seperti ini akan tetap kita anggarkan. Kita berdoa semoga kondisi keuangan daerah makin membaik agar jangkauan program pemberdayaan masyarakat bisa lebih maksimal,” pungkasnya. Asron
