Salah-satu hasil karya doodleart dan Tembok Tasik dalam turut memeriahkan acara akbar Bigbukber | awen

Kota, Wartatasik.com – Komunitas yang menamakan Tembok Tasik ikut berperan serta dalam memeriahkan Bigbukber yang digelar belum lama ini. Dengan karya seni dan imajinasinya, komunitas spesialis dalam menyulap tembok kumuh dan kusam itu menjadi indah dipandang.

Aksi semprot tembok dengan pylox ini jangan disamakan dengan aksi vandalisme, karena sebelum melakukan corat-coret, komunitas ini terlebih dahulu harus meminta izin dari pemiliknya, “Alhamdulillah seni ini mendapat respon dari Satpol PP kota Tasikmalaya,” Imbuh salah satu anggota Tembok Tasik yang namanya enggan disebutkan.

Diterangkannya, komunitas ini berdiri sejak tahun 2010 dan memiliki anggota sekitar 30 anggota. “Namanya juga hoby, tidak berfikir biaya, biasanya setiap aksi corat coret merogoh kocek Rp 200 ribu s/d Rp 400 ribu. Tidak ada kursus, skill kami otodidak, tidak ada iuran apapun untuk semua pembelian bahan-bahannya seperti halnya pylox,“ terangnya.

Tak jauh beda, Komunitas Doodleart juga sebenarnya hampir sama dalam mencurahkan imajinasinya. Tapi ini dilakukan diatas media kertas bukan di dinding serta menggunakan spidol dalam membuat karyanya, “Kami sempat vacum, tapi mulai giatkan kembali di sampai saat ini,“ kata Ketuanya Fahmi kepada Wartatasik.com, Senin (28/05/2018)

Hasil karya doodleart dan Tembok Tasik dalam turut memeriahkan acara akbar Bigbukber | awen

Walaupun masih terbilang baru di Tasikmalaya, ditambahkan Fahmi, tapi sudah punya puluhan anggota yang terdiri dari kalangan pelajar dan mahasiswa. “Dalam menunjang pengerjaannya, kami mendapatkan sponsor langsung dari perusahaan spidol Snowman. Sedangkan pengadaan kertasnya beli dari uang kas yang terkumpul setiap ada pertemuan dengan sifat seikhlasnya,” imbuhnya.

Diakhir wawancaranya, Ia mengajak kepada yang memiliki hoby sama dan ingin ikut gabung Doodleart, silahkan datang saja alun-alun Kota Tasik setiap hari Minggu pagi sampai siang. Awen